02 March 2020, 11:24 WIB

Akibat Korona, Dolar tidak Jadi Datang


PT/PO/SL/WJ/LD/DW/AT/N-2 | Nusantara

KEMARIN, seharusnya warga Kecamatan Kalabahi, Kabupa-ten Alor, Nusa Tenggara Timur, kecipratan dolar. Pasalnya, sebanyak 125 wisatawan yang dibawa kapal pesiar berbendera Australia, MV Coral Adventurer, akan bersandar di Pelabuhan Teluk Mutiara, Kalabahi.

Namun, gelimang dolar itu dimentahkan sang Bupati Amon Djobo. Ia mengeluarkan instruksi yang melarang kedatangan kapal pesiar itu mengunjungi Pulau Alor.

"Larangan itu dalam rangka melindungi masyarakat Kabupaten Alor terhadap penyebaran dan penularan virus korona," ujar Amon dalam suratnya.

Ketakutan itu memang berle-bihan. Seperti dituturkan Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kantor Karantina Pelabuhan Kupang, Hengki Yanres Jezua, seluruh kru dan penumpang kapal itu telah diperiksa dan dinyatakan negatif virus korona. "Tapi, kami tetap meman-tau mereka."

Ditolak di Alor, kapal pun mencoba merapat ke Lembata. Namun, lagi-lagi kapal tidak bisa bersandar. Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday juga menerbitkan surat larangan bagi kapal pesiar itu dan kapal asing lainnya buang sauh di Lembata.

"Di Australia sudah ada kejadian penyebaran virus korona sebanyak 23 kasus. Karena itu, Kepala Kesyahbandara dan Otoritas Kepelabuhan di Lembata tidak memberi izin kapal asing untuk bersandar, sebagai bentuk pencegahan terhadap penyebaran dan penularan virus korona," ungkap Ola dalam suratnya.

Lepasnya devisa ini sangat disesalkan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat. "Tidak boleh terjadi ada penolakan terhadap wisatawan yang berkunjung ke NTT. Jika ada indikasi wisatawan mengalami gangguan kesehatan sudah ada prosedur yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan."

Tindakan lebih profesional dilakukan aparat di Jambi. Tim gabungan Polri, TNI, dan petugas kesehatan pelabuhan memeriksa penumpang kapal yang turun di Pelabuhan Pantai Timur Kualatungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat. "Ini upaya kami menghadang masuknya korona," ungkap Kapolres AKB Guntur Saputro. (PT/PO/SL/WJ/LD/DW/AT/N-2)

BERITA TERKAIT