02 March 2020, 10:55 WIB

Jembatan Darurat di Kupang Putus Tersapu Banjir


Palce Amalo | Nusantara

SEBUAH jembatan darurat yang menghubungkan Keluraan Naikoten dan Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja putus tersapu banjir setinggi tiga meter, Senin (2/3) dini hari.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, putusnya jembatan darurat membuat aktivitas warga dan siswa sekolah terganggu.

"Penyebabnya intensitas hujan yang tinggi dan gorong-gorong jembatan berdiameter satu meter tersumbat sampah," kata Camat Kota Raja, Rudi Abubakar kepada Media Indonesia. Sekitar 14 gorong-gorong tersumbat sampah, dan bergeser.

Sejak Minggu (1/3) malam hingga Senin pagi, Kota Kupang dan sekitarnya diguyur hujan deras yang mengakibatkan air di sungai meluap, termasuk Kali Mapoli tempat jembatan darurat tersebut dibangun.

Jembatan itu baru diresmikan pada 24 Februari 2020 sebagai jalan alternatif. Pasalnya saat ini Jembatan Mapoli dirobohkan untuk dibangun baru. Karena gorong-gorong tersumbat, air meluap ke atas jembatan.

"Material yang ada di atas jembatan terbawa banjir. Ujung jembatan juga terkikis air," ujarnya.

Sementara itu, petugas dari Pemerintah Kota Kupang sudah turun ke lokasi tersebut untuk membantu menyeberangkan warga dengan bantuan tali dan  papan yang dibentangkan di atas gorong-gorong.  Rudi minta jembatan itu  segera dibangun kembali agar aktivitas warga kembali dan anak-anak  sekolah kembali lancar. (OL-13)

 

BERITA TERKAIT