02 March 2020, 10:25 WIB

Tilep Radioaktif Bermotif Ekonomi


Tri/J-2 | Humaniora

PENYELIDIKAN temuan limbah radioaktif di area Perumahan Batan Indah di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, semakin diintensifkan tim gabungan dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Tangerang Selatan.

Hasilnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adisaputra menyebutkan pegawai Batan, SM, diduga telah melakukan praktik dekontaminasi.

Asep menyebut hal tersebut tidak dilakukan seorang diri. "Hasil penyelidikan kita, saudara SM ini juga melakukan praktik dekontaminasi. Dengan diketemukan zat radioaktif Cs-137 dan beberapa zat radioaktif, kita menduga praktik ini sudah dilakukan cukup lama," kata Asep, kemarin.

Pengungkapan kasus juga melibatkan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Sekretaris Utama Bapeten Hendriyanto Hadi Tjahyono kepada penyidik menyebutkan kadar radiasi zat radioaktif sudah menurun.

"Hal itu menunjukkan praktik tersebut sudah lama berlangsung. Sifat radioaktif luruh, lama-lama berkurang radiasinya. Itu menandakan bahwa barang itu sudah lama di rumah SM," terang Asep.

Pihak kepolisian mencium motif ekonomi dibalik aksi SM. "Dia membuka jasa dekontaminasi. Sepertinya ini orang (SM) sudah menjadikan semacam mata pencarian," pungkas Asep.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Anhar Riza Antariksawan mendukung penuh penyelidikan kasus kepemilikan zat radioaktif sesium 137 (Cs-137) yang melibatkan anak buahnya, SM.

"Batan mengambil sikap mendukung penuh upaya pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kepemilikan dan penggunaan zat radioaktif secara ilegal," kata Anhar.

Sesuai peraturan, limbah radioaktif harus dikirim dan disimpan ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif Batan. Akan tetapi, zat terlarang itu justru ditemukan di rumah SM, salah satu pegawai aktif Batan. (Tri/J-2)

BERITA TERKAIT