02 March 2020, 12:00 WIB

UEFA akan Bahas pengaruh Virus Korona pada Piala Eropa 2020


Antara | Sepak Bola

UEFA akan bertemu di Amsterdam, Belanda, Senin (2/3), saat mereka menghadapi dampak dari wabah virus korona terhadap ajang Piala Eropa 2020 serta babak kualifikasinya pada bulan ini.

Pertemuan itu digelar menjelang kongres tahunan induk organisasi sepak bola Eropa tersebut pada 3 Maret.

Sementara virus korona telah mengacaukan jadwal pertandingan domestik di Italia tempat laga antara Juventus dan Inter Milan menjadi satu dari enam pertandingan yang ditunda pekan ini.

Sejumlah tim nasional di benua Eropa dijadwalkan menjalani babak playoff bulan ini untuk Piala Eropa 2020, yang akan digelar di 12 kota yang berbeda di benua tersebut.

"Tentunya akan ada diskusi. Tapi, pada dasarnya kami akan mematuhi saran yang telah diberikan pemerintah kepada kami dan kami harus memegang itu," kata chief executive asosiasi sepak bola Inggris Mark Birmingham.

Baca juga: Akibat Virus Korona, Laga Sampdoria vs Verona Ikut Ditunda

Babak playoff yang digelar pada 26 Maret dan 31 Maret diikuti 16 tim yang memperebutkan empat tempat dari 24 slot di final.

Irlandia Utara adalah salah satu dari tim yang akan menyambangi Bosnia Herzegovina untuk babak gugur itu.

Kepala asosiasi sepak bola Irlandia Patrick Nelson mengatakan akan terus berkomunikasi dengan UEFA dan WHO serta mematuhi saran yang diberikan.

UEFA telah menyatakan tidak perlu mengubah jadwal dari turnamen yang berlangsung satu bulan itu yang dimulai 12 Juni nanti di Roma, Italia.

Namun, mereka akan terus memonitor situasi yang berkembang dampak dari virus corona.

Selain babak playoff, ada juga jeda internasional yang mempertemukan tim di laga persahabatan di seluruh dunia.

Dua putaran babak kualifikasi Piala Dunia juga dijadwalkan di periode yang sama di Asia dan Amerika Selatan.

President FIFA Gianni Infantino berharap tidak ada pertandingan yang dibatalkan karena, "Saya kira akan sulit skenarionya untuk mengeluarkan larangan global karena situasi (di setiap negara) sangat berbeda."

"Kesehatan masyarakat jauh lebih penting dari pertandingan sepak bola. Kesehatan melebihi segalanya dan itu lah kenapa kami harus mengamati situasi dan berharap jika itu (virus corona) bisa mereda ketimbang bertambah." (OL-1)

BERITA TERKAIT