02 March 2020, 07:55 WIB

Bersama Tangkal Virus Korona


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

DI tengah ekspansi virus ko­­­rona jenis baru atau co­vid-19 yang kian mengkhawatirkan dunia, Indonesia mutlak melipatgandakan kewaspa­daan. Tidak cuma pemerin­tah, peran masyarakat juga amat penting untuk menangkal virus yang bisa mematikan itu.

Berbagai langkah agar virus korona tak masuk ke Indonesia sudah dilakukan pemerintah. Mereka, misalnya, menghentikan penerbang­an dari dan ke Tiongkok, tempat vi­­rus menular tersebut berawal. Pe­­me­rintah telah pula mengevakuasi WNI dari Provinsi Hubei, Tiongkok, ke­mudian mengarantina mereka di Natuna.

Pemerintah juga memulangkan 188 WNI kru kapal World Dream lalu mengobservasi mereka di Pulau Sebaru Kecil. Ter­akhir, 69 warga Indonesia yang bekerja di kapal Diamond Princess dijemput pulang.

Namun, peran aktif masyarakat mutlak diperlukan sehingga upaya penangkalan bisa lebih optimal. Agar tak tertular, kata Kepala Lem­baga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio, masyarakat harus menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh.

Selain itu, masyarakat perlu meng­hindari kerumunan terutama di ne­gara-negara yang terpapar oleh vi­rus korona. ”Karena kita belum tahu banyaknya orang yang tertular tetapi tidak menimbulkan gejala. Kalau memang terpaksa harus mengunjungi, selalu gunakan masker ke mana saja dan menjaga kebersihan, serta hindari kerumuman orang.”

Ditekankan, publik tidak perlu ce­mas untuk beraktivitas secara nor­mal di Tanah Air. Senada, dokter spesialis paru RS Persahabatan Jakarta, Erlina Burhan, meminta masyarakat tidak panik dan tetap beraktivitas.

Menurut Erlina, berbagai virus, termasuk covid-19, dapat dicegah de­ngan pola hidup bersih dan sehat. “Waspada, tapi jangan panik.”

Guru Besar Departemen Biologi FMIPA IPB University Sri Budiarti me­nilai langkah antisipasi yang di­­la­­kukan pemerintah sudah bagus. Masyarakat pun perlu melakukan pencegahan terhadap virus korona dengan meningkatkan pertahanan tubuh dan menjaga kebersihan.

“Saran saya untuk masyarakat, ja-ngan bingung, jangan heboh, jangan panik. Kuncinya jaga kebersihan, makan yang baik, itu saja,” ucapnya.

Zero case

Hingga kini, pemerintah menyatakan Indonesia masih terbebas dari virus korona. Sekretaris Ditjen Pence­gahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yu­­­­rianto menegaskan, untuk mem­per­­tahankan status zero case itu, pi­­­­­­haknya terus melakukan upaya pencegahan dan surveilans aktif. Da­­­lam hal ini, pemerintah daerah dilibatkan untuk memantau kesehat­an masyarakatnya.
­
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta membentuk Tim Tanggap co­­vid-19 guna mengantisipasi menyebarnya virus korona di Jakarta. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Instruksi Gubernur No 16/2020 tentang peningkatan kewas­padaan terhadap risiko penularan virus korona di DKI Jakarta.

Anies menuturkan Dinas Kesehatan DKI sedang memantau 115 warga yang memiliki gejala mirip penyakit akibat virus korona. Dia mengimbau masyarakat agar tidak panik. “Tapi, kita semua harus bersiaga dan saya berharap kepada seluruh masyarakat untuk berkegiatan seperti biasa, tenang,” ucapnya.

Sedikitnya 86.983 orang di lebih dari 40 negara terinfeksi covid-19. Sebanyak 42.139 pasien sembuh dan 2.978 meninggal. (Ata/Dhk/Put/DD/X-8)

BERITA TERKAIT