02 March 2020, 08:15 WIB

Pendiri Gereja Shincheonji Bakal Diinvestigasi Terkait Korona


Nur Aivanni | Internasional

PEMIMPIN sebuah sekte keagamaan di Korea Selatan (Korsel) akan diselidiki atas beberapa kematian akibat virus korona di negara itu. Pemerintah Kota Seoul telah meminta jaksa menuntut Lee Man-hee, pendiri Gereja Shincheonji, dan 11 orang lainnya.

Mereka dituduh menyembunyikan nama beberapa anggota ketika petugas mencoba melacak pasien sebelum virus tersebut menyebar.

Korsel telah melaporkan 3.730 kasus dan 21 kematian sejauh ini. Lebih dari setengah yang terinfeksi virus korona melibatkan anggota Gereja Yesus Shincheonji.

Pihak berwenang mengatakan anggota Shincheonji menginfeksi satu sama lain di kota Daegu selatan, bulan lalu, sebelum menyebar ke seluruh negeri.

Baca juga: Qatar Konfirmasi Kasus Pertama Virus Korona

Seorang anggota senior sekte tersebut, Kim Shin-chang, mengatakan kepada wartawan BBC Laura Bicker pihak gereja sangat menyesal telah menyebabkan kekhawatiran.

Dia mengakui beberapa anggota gereja takut mengungkapkan identitas mereka. Tetapi, kata dia, saat ini gereja telah mengungkapkan semua informasi, termasuk semua lokasi dan anggota mereka.

"Kami khawatir dengan pemberian informasi semacam ini karena keamanan anggota kami, tetapi kami percaya saat ini yang paling penting adalah bekerja sama sepenuhnya dengan pemerintah," katanya, seperti dikutip dari BBC, Senin (2/3).

Pada Minggu (1/3), pemerintah Kota Seoul mengajukan keluhan hukum kepada jaksa terhadap 12 pemimpin sekte tersebut. Mereka dituduh melakukan pembunuhan, yang menyebabkan kerugian dan melanggar Undang-Undang Pengendalian dan Penyakit Menular.

Semua anggota gereja yang berjumlah 230 ribu orang telah diwawancarai. Hampir 9 ribu anggota mengatakan mereka menunjukkan gejala virus korona.

Kemarahan yang semakin meningkat atas penanganan wabah sekte telah memicu sebuah petisi yang menyerukan agar gereja dibubarkan. Hampir 1,2 juta orang telah menandatanganinya.

Investigasi tersebut telah dipicu Wali Kota Seoul Park Won-soon yang mendesak Kepala Jaksa untuk menahan pemimpin sekte tersebut. Dia mengajukan penyelidikan kriminal untuk pembunuhan karena kelalaian yang disengaja. Minggu (1/3) malam, dia mengajukan klaim tersebut ke kantor Kejaksaan.

Akan tetapi, itu bukan berarti para pemimpin gereja tersebut akan menghadapi tuduhan pembunuhan. Para jaksa nantinya akan memeriksa kasus tersebut melalui penyelidikannya. Dan mereka akan memutuskan tuduhan mana, jika ada, yang akan diajukan kepada pimpinan sekte tersebut. (OL-1)

BERITA TERKAIT