02 March 2020, 02:30 WIB

ASPI Siapkan Strategi Dukung BSPI 2025


Heryadi | Ekonomi

SISTEM pembayaran nasional yang tepercaya dan inklusif merupakan salah satu tulang punggung utam­a upaya ke arah akselerasi pencapaian inklusi ekonomi bagi 9,3 juta penduduk unbanked serta 62,9 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Sasaran tersebut telah tercatat dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025).

Demikian benang merah yang disampaikan Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk Anggoro Eko Cahyo da­­­­lam Executive Gathering ASPI 2020 yang bertema Membangun sistem pembayaran digital nasional yang tepercaya dan inklusif di Bali, Sabtu (29/2).

“Ringkasan hasil studi ASPI yang telah dikonsultasikan dengan Bank Indonesia dipaparkan da­lam Executive Gathering ini agar kolaborasi dan prioritas sumber daya industri dapat disiapkan dan diselaraskan bagi pen­­capaian Visi SPI 2025,” ujar Anggoro.

Dalam menyiapkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 tersebut, sambung Anggoro, ASPI secara proaktif telah membuat kajian sejak 2018. Studi yang dilakukan mencakup survei atau interviu pelaku industri dan validasi arah strategis. Kajian itu juga mencakup kajian terhadap global payment industry leading practices.

“Hasil kajian ini akan menjadi masukan industri secara indepen­den kepada BI,” Anggoro menegaskan.

ASPI juga sudah menyelesaikan pendalaman dari ketentuan soal kebijakan sistem pembayaran, termasuk penyusunan standar QRIS yang relatif lebih baik daripada standar regional sejenis dan implementasi standar QRIS MPM (merchant presented mode). Asosiasi juga telah selesai menyu­sun Ketentuan ASPI (KASPI), serta memberi dukungan rutin pelaksanaan kebijakan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) BI.

Lima visi SPBI

Di kesempatan yang sama, Gu­bernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga memaparkan lima visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025.

“Pertama, SPI 2025 mendukung integrasi ekonomi-keuangan digital nasional sehingga menjamin fungsi bank sentral dalam proses pengedaran uang, kebijakan mo­­neter, dan stabilitas sistem keuangan, serta mendorong in­klu­si keuangan,” papar Perry saat menjadi keynote speech acara tersebut.

Kedua, SPI 2025 mendukung digitalisasi perbankan sebagai lembaga utama dalam ekonomi keuangan digital, baik melalui open banking maupun pemanfaatan teknologi digital, dan data dalam bisnis keuangan.

Ketiga, SPI 2025 menjamin interlink antara fintech dan perbankan untuk menghindari risiko shadow-banking melalui pengaturan teknologi digital (seperti API), kerja sama bisnis, maupun kepemilikan perusahaan.

Keempat, SPI 2025 menjamin keseimbangan antara inovasi dan consumers protection, integritas, dan stabilitas, serta persaingan usaha yang sehat melalui penerap­an know your customer (KYC) dan anti-money laundering/combating the financing of terrorism (AML/CFT), kewajiban keterbukaan data/informasi/bisnis publik, penerapan reg-tech dan sup-tech dalam kewajiban pe­laporan, serta regulasi dan peng­awasan.

Kelima, SPI 2025 menjamin kepentingan nasional dalam ekonomi-keuangan digital antarnegara melalui kewajiban pemrosesan semua transaksi domestik di dalam negeri dan kerja sama penyelenggara asing dengan domestik, dengan memperhatikan resiprokalitas. (E-2)
yakub.p@mediaindonesia.com  
Djokovic Tetap Nomor Satu
Novak Djokovic bisa kehilangan predikat petenis putra terbaik dunia jika gagal masuk fi nal Dubai Duty Free Tennis Championships.
MESKI menjuarai Mek­siko Terbuka 2020, akhir pekan lalu, Rafael Nadal tidak kembali jadi petenis putra terbaik dunia. Pria asal Spanyol itu harus puas dengan tetap di rangking kedua di bawah Novak Djokovic.

Kemenangan di Acapulco yang diperoleh Nadal setelah mengalahkan wakil Amerika Serikat, Tayloy Fritz, di babak final dengan skor 6-3 dan 6-2, sebenarnya memberi dia tambahan poin untuk menggusur Djokovic. Namun, poin Djokovic lebih tinggi karena dia juga pada saat yang sama menang di Dubai Duty Free Tennis Championships.

Djokovic yang berjarak 14,607 km dari Acapulco mampu mempertahankan gelar petenis nomor satu dunia seusai mengalahkan Stefanos Tsitsipas, petenis asal Yunani, dua set langsung dengan skor 6-3 dan 6-4.

Djokovic yang jadi unggulan pertama di Dubai juga melanjutkan tren positifnya dengan mendapatkan trofi ketiga sejak awal 2020. Sebelumnya, pria asal Serbia itu membawa negaranya memenangi Piala ATP di Australia. Dia juga kemudian menyabet gelar kedelapannya dari Australia Terbuka 2020.

“Salah satu target saya ialah tidak terkalahkan sepanjang musim ini,” kata Djokovic. “Saya pikir ini jadi salah satu awal terbaik sepanjang saya bermain tenis. Sebenarnya, terlalu dini untuk membicarakan sejauh mana saya bisa melangkah. Saya tidak ingin berpikir soal prediksi. Saya hanya ingin fokus dengan apa yang harus dikerjakan,” sambung Djokovic yang kini sudah lima kali jadi juara di Dubai.

Namun, Djokovic tahu bahwa dirinya tidak akan selamanya di puncak. Dia menilai Tsitsipas  yang jadi unggulan kedua di Dubai punya potensi untuk seperti dirinya. Menurut Djokovic, Tsitsipas ialah petenis yang mau belajar dan meningkatkan kemampuannya.

“Bagi saya, itu ialah ciri para juara dan mereka yang punya potensial untuk jadi nomor satu dan memenangi banyak gelar grand slam. Mereka akan jadi duta tenis,” kata Djokovic.

Gelar pertama

Bagi Nadal, gelar yang ia dapat di Meksiko ialah yang pertama untuknya di musim ini. Seperti Djokovic, Nadal juga ikut Piala ATP bersama timnas Spanyol. Namun, Serbia sukses mengungguli Spanyol di babak terakhir. Sementara itu, di Australia Terbuka, Nadal disingkirkan Dominic Thiem, petenis Austria, di babak perempat final.

Nadal pun sangat gembira seusai mengalahkan Fritz di Mek­siko. Apalagi kemenangannya itu membuat Nadal men­cetak hattrick di Acapulco. Gelar pertama Nadal didapat pada 2005 dan yang kedua pada tujuh tahun lalu.

“Saya tak bisa lebih senang dari ini. Saya bermain di turnamen hebat sejak awal hingga akhir. Acapulco merupakan gelar besar yang pertama saya raih dalam karier saya. Untuk bisa bertahan selama 15 tahun di sini merupakan hal yang luar biasa. Terima kasih pada semua yang sudah membantu saya,” ujar Nadal.

“Setelah tidak bertanding sejak Australia Terbuka, ini jadi pekan dan momen yang penting untukku. Aku bermain dengan solid, intensitas yang tepat, dan keinginan yang kuat, pukulan forehand saya juga bekerja dengan mengesankan,” kata dia.

Meski demikian, Nadal mengatakan gelar di Meksiko tidak menjamin dirinya akan bisa tampil maksimal sepanjang musim ini. “Kemenangan ini hanyalah awal yang baik untuk musim ini. Selain memberikan kepercayaan diri, juga memperbesar peluang untuk bisa tampil di final ATP akhir tahun ini,” tutup Nadal. (ATP/Ant/R-3)

BERITA TERKAIT