01 March 2020, 23:03 WIB

UN Diganti, Sekolah di Bali Ini Siap Gelar Ujian Sekolah Mandiri


Syarief Oebaidillah | Humaniora

SEKOLAH Dasar Cendekia Harapan siap menggelar Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter (AKM-SK) mulai tahun ini sebagai pengganti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Ini merupakan sekolah pertama di Bali yang menyatakan siap melaksanakan AKM-SK merespon kebijakan Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

“Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang telah dipersiapkan SD Cendekia Harapan diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu dasar pemetaan mutu pendidikan di Kabupaten Badung dan Provinsi Bali,” kata Kepala SD Cendekia Harapan Lidia Sandra dalam keterangan resminya, Minggu (1/3).

Peraturan Mendikbud Nomor 43 Tahun 2019 dan Surat Edaran Mendikbud Nomor 1 Tahun 2020 menyebutkan penyelenggaraan ujian sekolah diatur sepenuhnya oleh sekolah sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

Bahan ujian sekolah untuk kelulusan peserta didik dibuat oleh guru pada masing-masing satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan tidak dapat memaksakan satuan pendidikan untuk menggunakan bahan tertentu dalam pelaksanaan ujian sekolah.

Sementara itu, sekolah yang belum siap membuat bahan ujian sekolah dapat menggunakan bahan penilaian yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti soal-soal yang dibuat oleh Kelompok Kerja Guru.(KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Terkait kesiapan penyelenggaraan asesmen di SD Cendekia Harapan, Desember tahun lalu SD itu telah mengirimkan Surat Pernyataan Kesiapan dengan melampirkan prototipe soal, kunci jawaban, serta POS Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter kepada Mendikbud.

Baca juga : Pendidikan Jadi Kunci Wujudkan SDM Unggal Indonesia

SD Cendekia Harapan pun telah menginisiasi gerakan Siap Merdeka Belajar di Kabupaten Badung serta telah mengadakan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Badung dalam rangka persiapan AKM SK di SD Cendekia Harapan.

“AKM SK SD Cendekia Harapan tahun ini disusun sepenuhnya oleh guru dengan mengacu pada Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019. Bahkan sekolah kami telah membuat Asesmen Kompetensi yang memenuhi standar PISA dan TIMSS yang dirujuk oleh Kemendikbud. Hal ini membuktikan guru-guru Indonesia sangat kompeten dalam membuat perangkat asesmen," kata Lidia

Dikatakan dengan asesmen sejenis pula, SD Cendekia Harapan telah mengantarkan para lulusannya untuk diterima pada usia muda (bahkan sebelum selesai pendidikan pada jenjang SMP dan SMA) di berbagai Universitas bergengsi di luar negeri.

Jenis asesmen yang diberikan adalah asesmen yang sehari-hari digunakan selama ini dalam membentuk kemampuan kognitif dan karakter siswa di SD Cendekia Harapan, namun belum terfasilitasi sebelum adanya kebijakan Merdeka Belajar.

Kepala Bagian Asesmen dan Evaluasi Hasil Belajar SD Cendekia Harapan Juwaria Muqtadie mengatakan, ikut melibatkan orang tua siswa dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung dalam menunjang pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter di SD Cendekia Harapan.

“Beberapa sekolah di Kabupaten/Kota lain di luar Bali telah siap melaksanakan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter pada tahun 2020, adalah sebuah kebanggaan bahwa Kabupaten Badung juga menyatakan kesiapannya. Ini adalah sebuah sinyal positif bahwa Kabupaten Badung memiliki potensi besar dalam pengembangan mutu pendidikan nasional, " kata Juwaria.

Lewat ujian mandiri itu, kata Juwaria,  juga membangun optimisme bahwa sumber daya manusia di Bali sangat mumpuni dalam bidang pendidikan dan siap memberikan kualitas pendidikan terbaik. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT