02 March 2020, 00:00 WIB

Kasus Virus Korona Tiongkok Melonjak Lagi


AFP/Hym/I-1 | Internasional

TIONGKOK melaporkan lonjakan baru dalam infeksi virus korona, kemarin, ketika Presiden Donald Trump mendesak untuk tenang setelah kematian pertama di daratan Amerika Serikat (AS). Australia juga melaporkan kematian pertamanya.

Virus yang telah menyebar ke lebih dari 60 negara di seluruh dunia itu mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk meningkatkan penilaian risikonya ke tingkat tertinggi.

Di seluruh dunia, hampir 3.000 orang telah terbunuh dan sekitar 87 ribu orang terinfeksi sejak virus itu pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Tiongkok, akhir tahun lalu.

Tiongkok pada Minggu melaporkan 573 infeksi baru, angka ter­tinggi dalam seminggu setelah penurunan. Semua korban, kecuali tiga dari korban berada di Provinsi Hubei, yang beribu kota di Wuhan.

Perhatian global beralih ke AS pada Sabtu setelah kematian pertama di ‘Negeri Paman Sam’ dikonfirmasi. “Kami telah mengambil tindakan paling agresif untuk menghadapi virus korona,” kata Presiden Donald Trump pada konferensi pers Gedung Putih.

“Negara kita siap untuk keadaan apa pun. Tidak ada alasan untuk panik sama sekali,” ujarnya.

Menurut para pejabat kesehatan, kematian itu terjadi di King County di Negara Bagian Washington, yang meliputi Seattle, sebuah kota berpenduduk lebih dari 700 ribu orang.

Di sisi lain, Korea Selatan melaporkan 376 kasus tambahan virus korona pada Minggu sehingga totalnya menjadi 3.526 orang. Kota Daegu, Korea Selatan, menjadi pusat penyebaran virus korona covid-19. Banyaknya jumlah kasus tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis dan rumah sakit. Hal itu menyulut kekhawatiran bahwa kurangnya tempat tidur rumah sakit dapat menyebabkan lebih banyak kematian.

Dua orang diperkirakan telah meninggal karena virus korona di negara itu saat dikarantina di rumah mereka dan menunggu untuk dirawat di rumah sakit. “Jumlah tempat tidur rumah sakit jauh dari kecepat­an peningkatan jumlah pasien dan kami sangat kekurangan staf medis di tempat kejadian,” kata Wali Kota Daegu, Kwon Young-jin. (AFP/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT