02 March 2020, 06:00 WIB

Rekor itu masih Milik the Gunners


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Sepak Bola

PIL pahit sebuah kekalahan di Liga Primer akhirnya harus dinikmati Liverpool. Saat bertandang ke Vicarage Road, kandang Watford, kemarin, ’si Merah’ mendapat tamparan keras setelah takluk 0-3 lewat gol Ismaila Sarr (54’, 60’) dan Troy Deeney (72’).

Itu menjadi kekalahan pertama Liverpool di Liga Primer dalam 45 laga terakhir, atau yang pertama musim ini. Di 27 laga sebelumnya musim ini, Liverpool meraih 26 kemenangan dan sekali imbang. Li­verpool terakhir kali gagal menu­ai poin di Liga Primer saat kalah 1-2 dari Manchester City di Etihad Stadium pada 3 Januari 2019.

Kekalahan dari Watford, yang kini menduduki posisi ke-17 klasemen, sekaligus memupus harapan Liverpool untuk menyamai pencapaian Arsenal saat merebut trofi juara Liga Primer tanpa sekali pun menelan kekalahan. The Gunners, julukan Arsenal, melakukan hal luar biasa itu musim kompetisi 2003-2004.

Liverpool dengan torehan tidak terkalahkan dalam 44 laga beruntun juga gagal menyamai rekor Arsenal sebagai tim yang paling lama tidak terkalahkan di Liga Primer. Arsenal selalu mampu meraih poin dalam 49 laga secara beruntun pada periode Mei 2003-Oktober 2004.

Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, menyayangkan skuadnya tampil tak seperti biasanya di lapangan. Namun, ia mengakui Liverpool tidak bisa membuat semua rekor.

“Kami tidak cukup baik di pertandingan kali ini. Sesederhana itu. Sebaliknya Watford melakukan persis apa yang ingin mereka lakukan, kami tidak melakukan persis apa yang seharusnya kami lakukan,” ujar Klopp.

Walau menyakitkan, kekalahan dari Watford sama sekali tidak mengecilkan peluang Liverpool untuk merebut juara Liga Primer di akhir musim, Liverpool masih berjarak 22 poin dari pesaing terdekat mereka, Manchester City. Dengan menyisakan 10 laga musim ini, hanya nasib sial yang akan menggagalkan Liverpool untuk merebut trofi Liga Primer yang pertama dalam 30 tahun terakhir.

Di sisi lain, pelatih Watford Nigel Pearson mengatakan kemenangan atas Liverpool ialah momen yang sangat penting di musim ini. Walau mereka belum terlepas dari ancaman degradasi, kemenangan atas Liverpool dinilai Pearson menjadi momentum untuk bangkit di sisa laga musim ini.

“Hari ini jadi momen untuk bangkit kembali seperti yang kita miliki, saya pikir sangat fantastis untuk kita. Mengalahkan mungkin klub terbaik di dunia saat ini, yah, tidak mungkin, itulah bukti dari cara kami bermain. Jadi, ini sangat memuaskan,” tambahnya.

Kekecewaan Lampard

Pelatih Chelsea Frank Lampard mengaku belum puas dengan penampilan barisan depan tim asuh­annya. Hal itu diungkapkan seusai Chelsea hanya bermain 2-2 dengan Bournemouth akhir pekan lalu. Dua gol yang membuat the Blues terhindar dari kekalahan di laga tersebut dicetak pemain belakang, Marcos Alonso. Dua gol ke gawang Bournemouth membuat Alonso telah mencetak empat gol di Liga Primer musim ini.

“Marcos Alonso sedang dalam kondisi terbaik, tetapi saya tidak ingin pemain belakang saya menjadi pencetak gol terbanyak. Saya ingin para pemain depan mencetak gol, tetapi mereka tidak mampu melakukannya,” ujar Lampard. (Skysport/R-1)

BERITA TERKAIT