01 March 2020, 18:51 WIB

Kemenag Minta PPIU Setop Sementara Pendaftaran Paket Umrah


Syarief Oebaidillah | Humaniora

ARAB Saudi secara resmi menangguhkan sementara akses masuk ke negaranya bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia untuk mengantisipasi penyebaran virus korona.

Menanggapi kebijakan itu, Kementerian Agama telah meminta penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan agen perjalanan untuk menyetop pendaftaran paket umrah bagi jemaah Indonesia sampai ada kepastian dari otoritas Arab Saudi.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar mengatakan, imbauan itu untuk menghindari potensi kerugian yang dialami jemaah dan PPIU akibat ketidakpastian keberangkatan ke Arab Saudi.

“Kami mengimbau kepada PPIU agar pendaftaran bagi jemaah umrah sementara dihentikan terlebih dahulu sampai adanya kepastian keberangkatan," kata Nizar, di Jakarta, Minggu (1/3).

“Ini dilakukan guna meminimalisir dampak kerugian lebih besar. Jangan sampai jemaah menyetorkan dananya untuk berangkat umrah, apalagi untuk paket pemberangkatan dalam waktu dekat, namun keberangkatannya tidak pasti," imbuhnya.

Baca juga : DPR Harap Pelarangan Sementara Pelaksanaan Umrah Segera Dicabut

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim menambahkan bila pendaftaran tetap dibuka, jemaah tentu tidak bisa langsung berangkat. Sebab, PPIU akan mendahulukan jemaah yang saat ini sudah terdaftar, namun tertunda keberangkatannya.

Data Kementerian Agama, jemaah yang gagal berangkat pada tanggal 27 Februari 2020 saat pemberlakuan larangan masuk Arab Saudi dimulai, mencapai 2.393 orang.

Mereka berasal dari 75 PPIU dan rencana awalnya akan diterbangkan oleh 8 maskapai. Jumlah ini akan terus bertambah seiring tertundanya keberangkatan jemaah selama masa penangguhan sementara ini.

Arfi juga memastikan bahwa informasi yang beredar tentang kebijakan penghentian sementara akan dicabut oleh Pemerintah Arab Saudi pada 14 Maret 2020, adalah tidak benar.\

“Kami sampai saat ini belum menerima keterangan resmi dari Arab Saudi sampai kapan pemberlakuan larangan berkunjung untuk umrah dan ziarah oleh Arab Saudi akan dicabut,” tegasnya seraya meminta bersabar dan menahan diri demi keselamatan dan kemaslahatan jemaah umrah.

Kasubdit Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus M. Noer Alya Fitra, mengatakan jumlah jemaah umrah yang telah mendaftar dan mendapatkan Nomor Porsi Umrah (NPU) per 28 Februari hingga keberangkatan bulan Juni 2020 yang terdokumentasi dalam Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) Kementerian Agama, sebanyak 46.620 jemaah.

Baca juga : Selesai Umrah, 2.698 Jemaah Kembali ke Tanah Air

Calon jemaah umrah tersebut terdaftar dalam 598 PPIU yang direncanakan akan berangkat menggunakan 20 maskapai penerbangan.

Para jemaah direncanakan berangkat menggunakan Saudia Airlines sebanyak 16.177 jemaah (34,7%), Lion Air sebanyak 10.209 jemaah (21,9%), dan Garuda Indonesia sebanyak 6.819 jemaah (14,63%).

Sisanya menggunakan penerbangan lainnya seperti Oman Air, Ettihad, Emirates, Flynas, Citylink, Turkis Airline, Air Asia, Scoot, dan lainnya," jelas Nafit.

Kementerian Agama tidak menutup aplikasi SISKOPATUH dalam rangka memberikan kesempatan kepada PPIU untuk melakukan proses update data dan input reschedule keberangkatan.

“Kami tidak tutup SISKOPATUH. Namun kepada PPIU untuk sementara diimbau untuk tidak menerima pendaftaran jemaah terlebih dahulu. Kami menyarankan Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Umrah (BPS-BPIU) juga membantu untuk sementara bersama PPIU tidak melakukan penerimaan biaya umrah,” tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT