01 March 2020, 16:35 WIB

Tinggi Gelombang Capai 3 Meter, Pelayaran di NTT Lumpuh


Palce Amalo | Nusantara

PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Fery Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghentikan sementara seluruh operasional kapal akibat gelombang tinggi di perairan.

Tinggi gelombang di perairan NTT pada Minggu (1/3) sore mencapai 2,5-3 meter antara lain di Samudera Hindia selatan Kupang dan Rote serta selatan Pulau Sumba dan Sabu Raijua.

Sedangkan tinggi gelombang 1,25-2,5 meter melanda Laut Sawu, Selat Sumba, Perairan Utara Flores, Perairan antara Kupang-Rote, Selat Ombai, dan Selat Sape bagian selatan. "Betul pelayaran dihentikan. Hal tesebut karena ada larangan dari KSOP (Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan)  sebagai instansi yang berwenang," katanya saat dihubungi Media  Indonesia, Minggu (1/3).

Seluruh armada yang tidak berlayar berlabuh di Pelabuhan Penyeberangan Bolok, Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. ASDP akan membuka pelayaran setelah cuaca kembali normal.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Ota Welly Jenni Thalo mengatakan cuaca buruk yang melanda perairan NTT disebabkan adanya tekanan rendah 1001  hectopascal (hPa) di pesisir Australia Barat bagian utara.

Pola tekanan rendah 1005 hPa juga terjadi di Samudera Hindia selatan Jawa Timur dan 1008 hPa di Samudera Hindia bagian barat daya Kepulauan Mentawai.

Terkait penutupan pelayaran tersebut, puluhan truk ekpedisi yang mengangkut barang kelontong dan bahan bangunan tujuan Pulau Rote, tertahan di terminal pelabuhan. Namun, tidak ada penumpukan penumpang. Seluruh calon penumpang yang akan mengunakan jasa fery kembali ke rumah masing-masing menunggu sampai armada pelayaran kembali beroperasi. (OL-13)

 

BERITA TERKAIT