01 March 2020, 16:51 WIB

Terkait Limbah Radioaktif Serpong, SM Diduga tidak Kerja Sendiri


Tri Subarkah | Megapolitan

PENYELIDIKAN terhadap temuan limbah radioaktif di area Perumahan Batan Indah di Serpong, Tangerang Selatan, Banten terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Tangerang Selatan. Pengungkapan kasus ini juga melibatkan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

Teranyar, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra mengindikasikan pegawai Batan, yakni SM, telah lama melakukan praktik dekontaminasi. Asep menyebut hal tersebut tidak dilakukan seorang diri.

Baca juga: Geger Radioaktif di Serpong, Polisi Ciduk Pegawai Batan

"Hasil penyelidikan kita, saudara SM ini kan juga melakukan praktik dekontaminasi, jadi dengan diketemukan zat radioaktif Cs-137 dan ada beberapa zat radioaktif, sementara kita menduga praktik ini sudah dilakukan cukup lama sehingga dengan itu tentunya diduga juga dia tidak bekerja sendiri. Oleh karenanya masih dalam proses penyelidikan kita," kata Asep saat dikonfirmasi, Minggu (1/3).

Praktik tersebut sudah lama dilakukan setelah dilakukan komunikasi dengan Sekretaris Utama Bapeten Hendrianto Hadi Tjahyono bahwa kadar radiasi zat radioaktif sudah menurun.

"Indikasinya, kata Pak Dudit (sapaan akrab Hendrianto), bahwa diketemukan zat radioaktif itu sudah mulai menurun radiasinya. Kan sifat radioaktif itu luruh, maksudnya lama-lama dia berkurang radiasinya. Itu menandakan bahwa barang itu sudah lama di rumah," terang Asep.

Baca juga: Diduga Ada Unsur Pidana di Kasus Paparan Radioaktif

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga mencium motif ekonomi terhadap apa yang dilakukan oleh SM. "Dia membuka jasa dekontaminasi juga, jadi sepertinya ini orang sudah jadi semacam mata pencaharian," pungkas Asep.

Selasa (25/2) kemarin, aparat kepolisian menggeledah rumah milik seseorang berinisial SM yang merupakan pegawai aktif Batan. Pria tersebut kemudian digelandang ke kantor polisi.

"Pemilik rumah ini berinisial SM. Yang bersangkutan masih pegawai aktif Batan dan akan memasuki masa purnabakti pada Mei," kata Asep Adi Saputra di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (26/2).

Ia tak menyangkal pada penggeledahan tersebut ditemukan bahan kimia radioaktif caesium 137 (Cs-137) yang positif sama dengan paparan zat radioaktif yang ditemukan di sebuah lahan kosong komplek tersebut. "Indikasi korelasi tempat kejadian perkara penemuan zat radioaktif ini sama dengan yang ditemukan di rumah SM," lanjutnya.

Ketika itu Asep mengatakan, SM masih berstatus sebagai saksi dan pihak kepolisian masih mendalami hukum dalam kasus ini. Kepolisian masih belum mengetahui apakah memang SM yang membuang zat tersebut ke lahan kosong ataukah bukan.

"Tapi apakah yang bersangkutan melanggar? Jelas karena seseorang yang menyimpan secara ilegal zat radioaktif ini Cs-137 itu harus mendapatkan perizinan," pungkasnya. (Wan/A-3)

BERITA TERKAIT