01 March 2020, 15:55 WIB

Pangsa Tilapia Masih Terbuka Luas


Muhamad Fauzi | Ekonomi

PRODUSEN ikan Tilapia (Regal Springs Indonesia) mengungkapkan besarnya pasar produk ikan Tilapia (fillet) ke negara-negara Eropa dan Amerika. Ikan tilapia merupakan ikan jenis nila premium yang dibudidayakan dalam karamba di air dalam.

“Untuk perusahaan kami, angka ekspornya bisa mencapai 60-70 juta dolar AS per tahun,” kata Kasan kepada wartawan, Minggu (1/3).

Dari total 20-25 ribu ton produksi Tilapia, ungkap Kasan, sebanyak 80 persen diberikan untuk pasar ekspor dan 20 persen sisanya masuk ke pasar lokal.

"Walaupun saat ini Regal Springs merupakan produsen Tilapia terbesar di Indonesia, tetapi besarnya permintaan belum mampu kami penuhi seluruhnya. Kedepan, pasar lokal juga akan menjadi target utami kami sebagai pemenuhan gizi dan protein yang cukup untuk rakyat Indonesia,” katanya.

Menurut Kasan, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap ikan-ikan tawar hingga akhirnya dipilih Tilapia sebagai produknya sejak tahun 1988. Dari proses budidaya sampai pengolahan, semua dilakukan secara alami. Tidak ada penggunaan zat-zat kimia, obat antibiotik, dan sejenisnya.

"Jadi, kita tidak menggunakan antibiotik, hormon dan lain-lain. Selain itu, dalam pengolahan juga kita tidak menggunakan bahan-bahan pengawet,” ucap Kasan.

Kelebihan lain produk Tilapia ini, dagingnya lebih lembut, tidak bau tanah, dan kandungan gizinya tinggi tetapi rendah lemak. Kaya vitamin D, protein, dan juga omega.

Dari sisi harga, menurut Kasan, produk Tilapia ini sangat kompetitif. “Misalnya dari Salmon ya, produk kita lebih murah, dari sisi rasa bisa dibandingkan dengan Salmon. Bahkan dibandingkan dengan produk ikan-ikan air tawar lainnya, produk kita lebih baguslah,” ujar Kasan.

Budidaya ikan air tawar ini, ungkap Kasan, dilakukan di Sumatera Utara, Jawa Tengah dan Jawa Timur di air dalam. Seperti di Danau Toba, Sumatera Utara dan  waduk Gajah Mungkur. (OL-13)

BERITA TERKAIT