01 March 2020, 12:58 WIB

Cuaca Buruk Landa Perairan NTT


Palce Amalo | Nusantara

CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi melanda perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Sabtu (29/2) dan diperkirakan masih berlangsung sampai Senin (2/3). Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanau Kupang, Ota Welly Jenni Thalo mengatakan kecepatan angin di perairan daerah itu lebih dari 27 knot atau 54 kilometer per jam. Sedangkan tinggi gelombang antara 1,25-3,5 meter. Namun, cuaca buruk tersebut belum berdampak serius terhadap operasional armada pelayaran terutama operasional PT ASDP Indonesia Fery.

"Di perairan selatan Kupang hingga Rote, Laut Sawu, Samudra Hindia selatan NTT dan NTB, tinggi gelombang antara 1,25-2,50 meter. Sedangkan tinggi gelombang antara 2,50-4 meter terjadi di Laut Timor dan Laut Flores," ujarnya di Kupang, Minggu (1/3).

Sesuai laporan BMKG, peningkatan gelombang tinggi dipicu tekanan rendah 1007 hPa di Samudra Hindia barat Daya Kepaulauan Mentawai. Adapun kecepatan angin tertinggi akibat tekanan rendah tersebut terjadi di Laut Sumbawa, Laut Flores dan Periran Kepulauan Sangihe hingga Talaud. Adapun di perairan Australia, terpantau tekanan rendah 995
milibar.

baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem di DIY hingga 7 Maret

BMKG minta operator armada pelayaran termasuk nelayan memperhatikan keselamatan pelayaran terkait gelombang tinggi dan angin kencang. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi jug diingatkan tetap waspada. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT