01 March 2020, 11:19 WIB

Hasil Tes Korona Negatif, Dinkes Tetap Pantau Kesehatan 115 Warga


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

SEBANYAK 115 warga Jakarta dalam pemantauan Dinas Kesehatan DKI. Meski dari hasil tes keseluruh warga tersebut dinyatakan negatif, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Dinkes tetap melakukan pemantauan.

"Kemudian dari awal kami bergerak kewaspadaan untuk korona, saat ini informasinya adalah orang yang sakit, kemudian pernah punya riwayat perjalanan. Itu kami data dan kami follow up sebagai kelompok orang pemantauan dan pengawasan tadi," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes DKI Dwi Oktavia saat dihubungi, Minggu (1/3).

115 warga yang masuk ke dalam golongan pemantauan ialah warga yang memiliki gejala flu, demam, dan batuk. Dalam proses pemantauan tersebut petugas kesehatan Dinkes menjalin komunikasi langsung dengan pasien dengan mendatangi pasien setiap hari. Pasien pun diharapkan mengisolasi sendiri di rumah.

"Kalau pemantauan itu bisa ada yang isolasi di rumah, ada yang dirawat yang di rumah sakit, tapi relatif yang tidak terindikasi untuk tahap rujukan. Itu pemantauannya bentuknya tiap hari, ada komunikasi dan ada bentuk pemeriksaan fisik dari tenaga kesehatan," terang Dwi.

Di sisi lain, untuk kategori pengawasan ada 32 orang yang saat ini diawasi. Pengawasan dilakukan terhadap warga yang memiliki gejala lebih parah seperti hingga dirawat di rumah sakit. Persamaan antara warga yang diawasi dan dipantau yakni sama-sama memiliki gejala dan pernah melakukan perjalanan dari kota atau negara terjangkit.

baca juga: Ini Lengkapnya, Instruksi Gubernur Anies Hadapi Virus Korona

"Kalau yang diawasi biasanya memang dirawat inap di rumah sakit rujukan kalau yang pengawasan," tuturnya.

Masa pemantauan maupun pengawasan dilakukan dengan masa 14 hari atau sampai sembuh. Setelah sembuh, Dinkes tidak lagi melakukan pemantauan.

"Karena poinnya adalah hasil tesnya negatif," tegasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT