01 March 2020, 11:01 WIB

Muhyiddin Dilantik Jadi Perdana Menteri Malaysia di Hadapan Raja


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PRESIDEN Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) Tan Sri Muhyiddin Yassin mengambil sumpah jabatannya sebagai Perdana Menteri (PM) ke-8 Malaysia di hadapan Yang di-Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, di Istana Negara.

Proses pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Balai Singgahsana Kecil pada pukul 10.33 waktu setempat, Minggu (1/3).

Al-Sultan Abdullah menunjuk Muhyiddin sebagai perdana menteri baru sesuai dengan Pasal 40 (2) (a) dan 43 (2) (a) Konstitusi Federal.

Sementara dalam keterangan terbarunya, PM sementara Mahathir Mohamad, Minggu (1/3), menyerukan sidang parlemen dini, sehingga anggota parlemen (MP) dapat menunjukkan secara resmi apakah mereka mendukung Muhyiddin sebagai PM.

Berbicara pada konferensi pers menjelang upacara pelantikan Muhyiddin, Mahathir menegaskan bahwa ia mendapatkan mayoritas dukungan di parlemen (Dewan Rakyat).

Pada Sabtu malam, Mahathir merilis daftar 114 anggota parlemen yang mendukungnya untuk mengambil alih sebagai perdana menteri Malaysia berikutnya. Dia mengatakan mereka semua memiliki surat tertulis atau menandatangani surat pernyataan.

“Dia (Muhyiddin) akan dilantik sebagai perdana Menteri. Langkah selanjutnya adalah apakah kita dapat menunjukkan bahwa kita tidak percaya padanya,” ujarnya.

"Saya merasa dikhianati oleh Muhyiddin, dia sudah melakukan hal ini sejak lama dan sekarang dia telah berhasil," imbuhnya.

Mahathir menjadi perdana menteri sementara setelah mengundurkan diri sebagai PM ke-7 Malaysia pada 24 Februari lalu menyusul tumbangnya pemerintahan Pakatan Harapan. (Bernama/CNA/Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT