01 March 2020, 07:25 WIB

Indonesia masih Negatif Covid-19


Hym/Ant/Medcom/X-7 | Humaniora

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan status risiko global penyebaran virus korona baru (covid-19) ke tingkat tertinggi. Pemerintah Indonesia merespons itu sesuai dengan protokol WHO. "Pemerintah pun terbuka pada saran dari seluruh pihak, baik dari antarkementerian/lembaga maupun masyarakat.

Dengan banyak masukan, kita turut menjaga penyebaran korona tidak terjadi di Indonesia," kata Tenaga Ahli Utama Kepresidenan Kantor Staf Presiden (KSP) Dany Amrul Ichdan dalam diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Selain itu, lanjutnya via telepon, peralatan laboratorium milik Kementerian Kesehatan dalam mengantisipasi covid-19 juga sudah sesuai standar WHO. Bahkan, pemerintah menjamin hasil temuan Kemenkes kredibel.

"Alat-alat Kemenkes memberi hasil yang dapat dipertanggungjawabkan secara medis. Pencegahan dengan alat pemantau suhu telah dipasang. Kita kontrol kualitasnya," tambah Dany.

Sementara itu, terkait isu ada 136 orang di Indonesia yang diduga terinfeksi covid-19 dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes yang dikeluarkan pada 27 Februari, Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia (PDEI) mengatakan, sampai saat ini tidak ada warga di Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit covid-19.

"Itu berdasarkan hasil pemeriksaan," kata Ketua PDEI Dr Mohammad Adib Khumaidi dalam talkshow untuk media mengenai update korona di Indonesia di Jakarta.

Namun, lanjutnya, tidak adanya kasus covid-19 di Indonesia bukan berarti negara ini terbebas dari virus mematikan itu. "Tidak ada yang bisa menjamin bahwa satu negara tidak akan ada virus korona. Untuk saat ini, dari hasil pemeriksaan, Indonesia masih negatif," tambahnya

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, meski risiko penyebaran dan risiko dampak covid-19 ditingkatkan ke sangat tinggi di tingkat global, belum ada bukti yang menunjukkan virus itu menyebar bebas di masyarakat.

"Kita masih memiliki peluang untuk menangkalnya. Lebih dari 20 vaksin sedang dikembangkan secara global dan beberapa perawatan dalam uji klinis dengan hasil yang diharapkan keluar dalam beberapa minggu," imbuhnya. (Hym/Ant/Medcom/X-7)

BERITA TERKAIT