01 March 2020, 07:05 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2020 Diprediksi di bawah 5%


Faustinus Nua | Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I 2020 diprediksi akan berada di bawah 5%. Hal itu dipengaruhi sentimen global terhadap penyebaran virus korona di Tiongkok dan beberapa negara lainnya.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan bahwa dampak virus korona yang terjadi di awal 2020 menyebabkan melemahnya pertumbuhan ekonomi global, termasuk Indonesia sendiri.

Sehingga Pemerintah dan Bank Indonesia kemudian mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik yang semula menguat di kisaran 5,1% - 5,4 menjadi 5,0% - 5,4%.

"Di awal tahun sempat menguat, tiba-tiba muncul virus korana sehingga prediksi kita untuk kuartal I 4,9%, tidak akan jauh dari 5%," ungkapnya dalam acara Pelatihan Wartawan Bank Indonesia, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (29/2).

Dia mengapresiasi langkah Pemerintah dan BI yang cepat merespons dengan kebijakan-kebijakan seperti insentif pariwisata untuk menggairahkan ekonomi domestik.

Pasalnya, Indonesia yang mengandalkan konsumsi domestik sebagai kontribusi utama pertumbuhan ekonomi perlu diberi stimulus.

Meski demikian, lanjutnya, stimulus kepada konsumsi domestik hanya bisa membuat pertumbuhan ekonomi bertahan di sedikit di bawah 5%. Apalagi, hingga kini belum ada temuan yang bisa meredahkan penyebaran virus korona.

"Kita meyakini base line tumbuh 5%. Tapi seadainya Covid-19 berkepanjangan atau berlanjut, maka pulihnya di bawah 5%. Itu salah satu hal yang perlu diperhatikan," imbuhnya.

Untuk itu, Josua menambahkan bahwa Pemerintah dan BI perlu mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi ke depan. Salah satu yang disorotinya adalah memperkuat sektor manufaktur dalam negeri yang masih sangat bergantung pada impor bahan baku Tiongkok.(E-3)

BERITA TERKAIT