29 February 2020, 20:27 WIB

Jalur KA Trans Sulawesi Tuntas pada Akhir 2020


Faustinus Nua | Ekonomi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara intens berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menuntaskan pembangunan jalur kereta api Trans Sulawesi yaitu lintas Kabupaten Barru-Pangkep pada akhir 2020. Hal tersebut dikatakannya saat meninjau lokasi proyek pembangunan jalur KA di Pangkep dan Barru, Sabtu (29/2).

"Kami berharap jalur KA dari Pelabuhan Garongkong (Barru) ke Tonasa (Pangkep) sepanjang 30 km bisa selesai akhir tahun ini. Setelah itu, diharapkan terkoneksi sampai Bosowa (Marros) akhir tahun depan. Setelah itu kita bisa kerjakan jalur Makassar-Parepare," jelas Menhub melalui keterangan resmi.

Sebelumnya, pada Jumat (28/2) Menhub bersama Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menggelar pertemuan yang mengundang seluruh stakeholders yang terlibat dalam proyek pembanguan Jalur KA Makassar-Parepare, di antaranya Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kejaksaan Tinggi dan Forkompida, bertempat di rumah jabatan Gubernur Sulsel.

Pada rapat tersebut telah dihasilkan beberapa rekomendasi untuk percepatan pembangunan jalur KA Makassar - Parepare, khususnya terkait pembebasan lahan. Pada pertemuan tersebut telah dihasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk menyelesaikan pembebasan lahan.

"Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi juga dan sudah ada kontraktor yang ditunjuk juga. Selain itu, untuk pembebasan lahan sudah ada rekomendasi dari BPN dan Kejati. Tentunya ini juga perlu dukungan dari masyarakat agar proses pembebasan lahan berjalan dengan baik," kata dia.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyampaikan apresiasinya kepada Kemenhub yang telah memberi dukungan bagi percepatan pembangunan KA jalur Makassar - Parepare yang merupakan Proyek Strategis Nasional, khususnya terkait penyelesaian pembebasan lahan.

"Ada (warga) yang setuju ada yang tidak setuju. Untuk yang tidak setuju itu kita sudah siapkan metode konsinyasi," lanjut Nurdin.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan total anggaran pembangunan sekitar Rp2,3 triliun dengan 16 paket pekerjaan dan menggunakan skema KPBU.

"Diharapkan fase pertama dari Tonasa -Marros itu sepanjang 30 km dan ada tambahan 5 km sampai Garongkong," jelas Zulfikri.

Pembangunan jalur dari Makassar ke Kabupaten Barru, Pangkep, dan Marros dibutuhkan luas tanah sekitar 3.321 bidang dan belum semuanya dibebaskan karena masih dalam tahap konsinyasi, pembahasan BPKP, dan sebagainya.

Sebagai informasi, pada 2019 telah diselesaikan pembangunan jalur KA Makassar - Parere Segmen 2 lintas Barru-Palanro sepanjang ±40 Km, serta pembangunan 5 stasiun baru yaitu Stasiun Tanete Rilau, Stasiun Barru, Stasiun Takalasi, Stasiun Mangkoso & Stasiun Palanro.

Pembangunan Proyek KA Makassar - Parepare sepanjang 144 KM melalui Makassar-Maros - Pangkep - Barru - Parepare ini merupakan bagian dari rencana pembangunan jalur KA Trans Sulawesi. Selain itu pembangunan jalur KA ini, nantinya akan terintegrasi dengan Bandara Internasional Hasanuddin di Maros serta Pelabuhan Garongkong di Barru.(E-3)

BERITA TERKAIT