29 February 2020, 19:43 WIB

Indonesia-Malaysia di Bawah Pemerintahan Muhyiddin Tetap Baik


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

ISTANA Negara Malaysia mengumumkan telah menunjuk Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri ke-8 Malaysia. Upacara pelantikan dijadwalkan besok, Minggu (1/3).

Pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, mengatakan hubungan Malaysia-Indonesia akan berjalan seperti biasa. Karena sudah terlahir sinergi lintas aktor, di tingkat pusat dan daerah.

"Kedua negara serumpun ini akan bersama-sama menindaklanjuti kesepakatan bilateral yang telah ada," ujar Reza saat dimintai pendapat, Sabtu.

Menurutnya, hal yang normal jika 'chemistry' antara Muhyiddin dan Presiden Joko Widodo tidak otomatis terbentuk. Namun akan mencair, karena negara pertama yang akan dikunjungi Muhyiddin sebagai PM adalah Indonesia.

"Diperkirakan (PM) Muhyiddin dan Presiden Jokowi akan menjunjung tinggi semangat saudara serumpun, dan mempertahankannya sebagai inti dari ASEAN," terangnya.

Reza menyebut diperkirakan dalam enam bulan kedepan pemerintahan Muhyiddin akan menghadapi kritik internal, karena masih banyak anggota parlemen yang kecewa karena Mahathir menggeser Anwar Ibrahim, yang telah Mahathir janjikan sendiri.

Diperkirakan Muhyiddin akan berada dibawah bayang-bayang Mahathir, dan terus menghadapi kritik dari internal Pakatan Harapan sendiri.

Walaupun Muhyiddin dilantik esok hari, kata Reza, Mahathir akan dikenang sebagai pemberi restu atas diri Perdana Menteri baru ini.

Sementara bagi Pakatan Harapan sebagai koalisi yang baru memerintah, mencalonkan kembali Mahathir ataupun menyetujui calon yang diajukan Mahathir adalah jalan tengah terbaik.

Sebagai informasi, Muhyiddin merupakan politikus senior UMNO sebelum bergabung dengan Partai Pribumi Bersatu (PPBM) yang dibentuk pada 2016 dan dipimpin Mahathir. Ia adalah mantan Wakil Perdana Menteri ke-10 Malaysia di era PM Najib Razak (Barisan Nasional).

Muhyiddin menjabat Menteri Dalam Negeri Malaysia sejak Mei 2018 atau di era pemerintahan Pakatan Harapan yang dinakhodai Mahathir. (OL-4)

BERITA TERKAIT