29 February 2020, 19:27 WIB

Indonesia-Malaysia harus Tingkatkan Kerja Sama Industri Halal


Faustinus Nua | Ekonomi


Sebagai negara serumpun, Indonesia dan Malaysia memiliki kesamaan dari banyak aspek mulai dari kultur, adat istiadat dan agama. Dengan kesamaan ini, kedua negara memiliki potensi besar untuk mengembangkan pasar industri halal. Pasalnya potensi industri halal justru didominasi oleh negara yang bukan berbasis muslim.

"Di makanan halal, Australia, Korea bahkan Jepang yang bukan muslim. Bagaimana dengan Indonesia dan Malaysia? Saya pikir jika kedua negara muslim ini bergabung makin menguatkan pasar halal kita," kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Rully Indrawan dalam keterangan resmi, Sabtu (29/2).

Rully mengungkapkan sejauh ini hubungan nilai perdagangan kedua negara mengalami surplus hingga US$263 ribu atau Rp3,7 miliar di 2019. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Rully menjelaskan surplusnya neraca perdagangan tersebut didorong ekspor Indonesia sebesar US$3,46 juta atau Rp49,67 miliar ke Malaysia. Angka tersebut lebih besar dibandingkan nilai impor sebesar US$3,19 atau Rp45,79 miliar.

"Potensinya sangat besar untuk dikembangkan, apalagi bagi produk UMKM. Misalnya produk dari Bali bersinergi dengan pelaku usaha dari saudara serumpun Malaysia, agar terjadi simbiosis mutualisme," katanya.

Sementara itu, Deputy Director (Service Industry Section), Economic Planning Unit, Prime Minister's Department Malaysia Dato' Mohammad Radhi Bin Abdul Razak menuturkan, hubungan dagang yang sudah lama terjalin harus diteruskan dan diperkuat lagi khususnya di sektor UMKM.

"Indonesia merupakan negara sahabat yang paling akrab dengan Malaysia. Terutama perdagangan, komoditi, pendidikan, pertahanan maupun maupun bisnis ukiran kayu yang sudah ada selama ini," sebutnya.

Tercatat hubungan dagang Malaysia dengan Indonesia menurut Dato' Radhi terbesar terjadi di 2018 mencapai RM72 miliar atau Rp245,05 triliun. Angka tersebut naik 7,4% dibanding tahun sebelumnya. Ke depan, kata Dato' Radhi, akan ada tambahan ekspor pelaku UMKM di Indonesia dan Malaysia terutama di industri halal.

"Kami akan garap market produk di Indonesia yang tidak ada di Malaysia seperti misalnya masakan Indonesia yang punya kelebihan untuk dipasarkan di Malaysia. Sebaliknya produk kosmetik Malaysia cukup kuat di kosmetik halal untuk masuk ke Indonesia," pungkasnya.(E-3)

BERITA TERKAIT