29 February 2020, 19:16 WIB

Gerindra: Ingub Waspada Virus Korona Tidak Komprehensif


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KETUA Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Iman Satria menilai Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 16 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (COVID-19), tidak komprehensif.

Ingub yang dikeluarkan oleh Gubernur Anies Baswedan tersebut hanya berkutat mengenai monitoring dan imbauan sosialisasi di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

"Ingub ini kan hanya lintas SKPD saja, yang menyebut mesti waspada, cuma melaporkan dan mencatat. Tapi, tindakan preventifnya apa? Sementara virus ini sudah menyebar. Ini kurang komprehensif tidak ada metode pencegahannya," ujar Iman saat dihubungi Media Indonesia, Jakarta, Sabtu (29/2).

Iman meminta Anies untuk lebih maju selangkah dalam melakukan pencegahan penyebaran virus korona di Jakarta. Ia mencontohkan bisa saja pemprov menyemprotkan cairan disinfektan di tempat-tempat umum, seperti di stasiun MRT.

"Seperti di luar negeri, stasiun MRT kan tempat banyak orang lalu lalang. Dirumah sakit dan sekolahan juga. Jangan menunggu terjangkit dulu. Mesti satu langkah lebih maju dalam pencegahan," kata Iman.

Iman mengaku Komisi E pernah melakukan rapat dengan Dinas Kesehatan soal penyebaran virus korona di Ibu kota. Namun, hal itu belum terlihat langkah konkret untuk mencegah penyebaran virus dari Tiongkok itu.

Ia mengetahui informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sebanyak 115 orang dipantau dan 32 pasien lainnya dalam pengawasan di Jakarta terkait virus korona.

"Lebih bagus lakukan pencegahan. Jangan pas baru kena (terjangkit korona), kita baru melek dan kalang kabut. Siapin dong semuanya, dari peralatanya, obatnya. Tindakan preventifnya didahulukan daripada mengobati," pungkas Iman. (OL-4)

BERITA TERKAIT