29 February 2020, 19:06 WIB

Hari Suci Kuningan, Warga Denpasar Diingatkan Jaga Harmoni Alam


Ruta Suryana | Nusantara

WALI Kota Denpasar, Bali, berharap Hari Suci Kuningan menjadi momentum bagi masyarakat untuk menjaga keharmonisan alam dan kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, utamanya sampah plastik.

"Kami harap masyarakat semakin sadar, penggunaan plastik akan merugikan kita sendiri. Jadi mari bersama-sama dalam kesempatan ini kita lakukan hal yang terkecil sehingga menimbulkan dampak yang luar biasa bagi kelestarian lingkungan," pesan Rai Mantra seusai persembahyangan Hari Kuningan di Pura Dalem Sakenan, Desa Serangan, Denpasar Selatan, Sabtu (29/2).

Baca juga: Kemenkes Cek Kabar Turis Tiongkok Positif Korona Pasca ke Bali

Hari Suci Kuningan sendiri jatuh setiap Sabtu Kliwon Kuningan atau setiap 210 hari, atau 10 hari setelah Hari Raya Galungan. Persembahyangan di Hari Kuningan juga dimohonkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Mahaesa agar terciptanya kerahayuan jagat.

Baca juga: Bali Segera Bangkit dari Dampak Korona

Suasana perayaan hari Kuningan di Pura Sakenan itu selalu dipadati umat Hindu  dari seluruh pelosok Bali. Sejak pagi warga sudah memadati areal pura yang berdekatan dengan luat tersebut.

Baca juga: Generasi Muda Diharap Tekuni Bahasa Bali

Pada rangkaian upacara keagamaan tersebut juga ditampilkan sejumlah tarian yang biasa mengiringi rangkaian ritual di pura, seperti tari Rejang Renteng, tari Baris Tombak, Topeng Penasar, serta Topeng Sidhakarya. (X-15)
 

BERITA TERKAIT