29 February 2020, 18:45 WIB

Muhyiddin Akan Dilantik Besok Sebagai PM ke-8 Malaysia


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

ISTANA Negara mengumumkan, Sabtu (29/2), akan melantik Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri Malaysia pukul 10.30 waktu setempat, Minggu (1/3).

Istana Negara mengatakan, setelah hari ini menerima daftar nominasi kandidat untuk jabatan perdana menteri dari anggota parlemen independen serta para pemimpin partai politik yang memiliki anggota parlemen di Dewan Rakyat, Yang di-Pertuan Agung melihat Muhyiddin mendapat dukungan mayoritas setelah representasi yang diterima.

“Setelah menerima perwakilan dari semua pemimpin partai politik yang mewakili partai mereka masing-masing serta Anggota Parlemen yang independen, dalam penilaian Seri Paduka Baginda, anggota parlemen yang cenderung mendapatkan kepercayaan mayoritas Anggota Parlemen adalah YB Tan Sri Mahiaddin bin Md Yasin (Muhyiddin), Pagoh MP (P143),” kata Pengawas Keuangan Rumah Tangga Kerajaan untuk Istana Negara Datuk Ahmad Fadil Shamsuddin dalam pernyataan yang sama sore ini.

“Sejalan dengan itu, Seri Paduka Baginda telah menyetujui pengangkatan YB Tan Sri Mahiaddin bin Md Yasin (Muhyiddin) sebagai Perdana Menteri sesuai dengan Pasal 40 (2) (a) dan Pasal 43 (2) (a) dari Konstitusi Federal,” terangnya.

Baca juga: Barisan Nasional-PAS Dukung Muhyiddin Yassin Jadi PM Malaysia

Ahmad Fadil menambahkan, proses selanjutnya adalah upacara untuk menganugerahkan surat penunjukan dan pengambilan sumpah jabatan perdana menteri pada pukul 10.30 pagi besok (1 Maret) di Istana Negara.

Pernyataan Istana Negara juga mengatakan Raja Malaysia telah mengatakan “Proses penunjukan perdana menteri tidak dapat ditunda karena negara membutuhkan pemerintah untuk kesejahteraan warga dan negara yang kita cintai."

"Seri Paduka Baginda mengatakan ini adalah keputusan terbaik untuk semua dan Baginda berharap krisis politik ini berakhir," pernyataan itu menambahkan.

Yang di-Pertuan Agung juga menyampaikan apresiasinya dan berterima kasih kepada rakyat Malaysia dan semua yang terlibat terutama lembaga pemerintah, pasukan keamanan, dan media. (Malay Mail/OL-4)

BERITA TERKAIT