29 February 2020, 18:26 WIB

6 Anak di Balikpapan Jadi Yatim Piatu, Jokowi Kasih Bantuan


Rudi Agung | Nusantara

ENAM anak yatim piatu di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang orangtua mereka meninggal bersamaan mendapat bantuan kesehatan dari Presiden Joko Widodo.

Bantuan disalurkan melalui Pemkot Balikpapan bersama BPJS Kesehatan. Bantuan itu berupa pendaftaran program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS).

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan Sugiyanto, Sabtu (29/2), enam anak yatim piatu itu mendapat bantuan seusai Presiden Joko Widodo mendengar kisah enam anak yang menjadi yatim piatu lantaran orangtua mereka meninggal bersamaan.

Baca juga: Siswa Yatim Piatu Ciptakan Robot Patung Polisi

BPJS Kesehatan, sambung Sugiyanto, juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya kedua orangtua Ali Mardani bersama kelima adiknya.

"Kami bersama pemerintah ingin memberi jaminan kesehatan bagi mereka. Semoga kartu JKN KIS yang diterima Ali dan adik-adiknya dapat bermanfaat," ujar Sugiyanto.

Baca juga: Bantu Perajin, Bupati Klaten Minta 1 ASN Beli 1 Pacul

Ia mengatakan Kartu JKN KIS untuk keenam anak itu langsung diantarkan ke rumah duka.

Saat ini keenam anak yatim piatu tersebut dirawat oleh kakek neneknya. Wa Ode Rusdiana, 52, nenek dari keenam anak tersebut mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah dan BPJS Kesehatan terhadap kejadian yang dialami keluarganya.

"Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan pemerintah dan juga BPJS Kesehatan," kata Wa Ode.

Ia berharap dapat mengasuh enam cucunya itu. Wa Ode juga berharap suatu saat dapat bertemu langsung dengan Jokowi. "Saya ucapkan terima kasih banyak ke Bapak Jokowi. Semoga bisa ketemu Bapak Presiden, suatu hari nanti," ujarnya.

Enam cucu W Ode itu adalah Ali Mardani, siswa kelas 3 SD, Alika Mardani, siswa kelas 1 SD, Alifa Alfira Mardani, 6, Aldo Lilah Mardani, 4, Dira Naura Mardani, 2, dan Syafayanti Bulan Mardani (1 bulan).

Mereka sempat telantar setelah orangtua mereka, Siti Hardyanti Ode, 26, dan Yahya Hardani, 33, meninggal dunia karena sakit hipertensi pada Minggu (23/2). Sang ayah, Yaya Handani, meninggal dunia saat jenazah istrinya, Sri Haryanti, tengah dimandikan.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan Thohari Azis berharap Pemkot Balikpapan bisa turut memberi pendampingan psikologis bagi yatim piatu bersaudara itu.

"Harus ada pendampingan psikologisnya. Alhamdulillah dinas sosial juga sudah komunikasi dengan Himpunan Psilkologi Indonesia," ujarnya. (X-15)

BERITA TERKAIT