29 February 2020, 17:40 WIB

Biro Umrah Akui Sulit Sewa Ulang Hotel, Potensi Rugi Besar


Mohammad ghozi | Humaniora

SEJUMLAH perusahaan travel umrah berpotensi mengalami kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah akibat kebijakan pemerintah Arab Saudi yang menutup sementara jalur umrah dan ziarah ke Madinah. Kerugian itu disebabkan hangusnya visa dan penjadwalan ulang tiket penerbangan dan sewa hotel.

Meski pemerintah Arab Saudi memutuskan membuka kembali jalur umrah dan ziarah haramain pada 14 Maret yang akan datang, namun sebagian perusahaan travel mengaku kesulitan melakukan jadwal ulang sewa hotel karena pada tangga setelah pembukaan kembali tersebut, pihak hotel menyatakan sudah ada penyewa yang melakukan akad sewa sebelum kebijakan penutupan.

Direktur PT. Madani Travel, Pamekasan, Mohammad Rokib, mengatakan diantara kerugian yang dialami perusahaan penyelenggara umrah adalah masa berlaku visa bagi jamaahnya. Sebagian perusahaan harus melakukan pengurusan visa karena masa berlakunya hanya satu bulan.

Baca juga: Menag: Total 1685 Jamaah Sempat Tertahan di Negara Ketiga

Biaya penerbitan visa umrah, jelas dia, sebesar Rp2,5 juta perjamaah. Bagi perusahaan yang sudah menjadwalkan pemberangkatan pada akhir Februari atau awal Maret dengan paket 15 hari, sudah bisa dipastikan perusahaan tersebut harus melakukan penerbitan ulang visa.

"Yang pasti mereka tidak mungkin akan menjadwal pemberangkatan pada pertengahan atau akhir Maret karena berkaitan dengan penjadwalan ulang sewa hotel," katanya.

Koordinator perwakilan PT. Asshafwa Travel, Habibi Munir, mengatakan sudah mencoba meminta perusahaan penyedia jasa penginapan di Arab Saudi untuk melakukan jadwal ulang sewa hotel.

Namun, kata dia, untuk bulan Maret hingga awal April, di Makkah seluruh hotel di kawasan yang dekat dengan masjidil haram sudah penuh dan harus mencari hotel lain di lokasi yang jauh dari Masjidil Haram, kecuali menunda hingga akhir April.

"Jika dipaksakan berangkat akhir Maret, konsekwensinya harus mencari hotel yang jauh dari masjidil haram dan ini melanggar jaminan fasilitas untuk jamaah. Jika ditunda hingga April, konsekwensinya harus menerbitkan ulang visa, tentu kami harus mengeluarkan biaya tambahan karena tidak mungkin dibebankan kepada jamaah," katanya, Sabtu (29/2).

Pihaknya masih akan mengkomunikasikan kondisi tersebut dengan jamaahnya. Ia berharap ada solusi agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Sesuai rencana awal, kata dia, sebanyak 113 calon jamaah umrah perusahaannya dijadwalkan berangkat Minggu (1/3), dan langsung menuju Makkah. Direncakan, di Makkah akan bermalam selama lima hari sebelum bertolak ke Madinah. (OL-4)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT