29 February 2020, 17:28 WIB

Tim Evakuasi Mulai Persiapan Pulangkan WNI dari Diamond Princess


Haufan Hasyim Salengke | Humaniora

TIM evakuasi WNI anak buah kapal (ABK) Diamon Princess telah memulai proses persiapan untuk mengevakuasi mereka dengan mengadakan rapat, Sabtu (29/2). Tim yang terdiri dari unsur Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, TNI, dan maskapai Garuda bergabung dengan pihak KBRI Tokyo.

KBRI Tokyo dalam keterangan tertulis mengatakan, ada tiga mitra penting bagi kelancaran evakuasi, dan sejak awal proses karantina telah dijalin hubungan baik. Pertama, Kemenlu Jepang sebagai mitra harian KBRI yang membantu kontak dengan aparat kesehatan Negeri Matahari Terbit.

Pihak selanjutnya yaitu manajemen Princess Cruise selaku mitra para WNI, dan ketiga yakni pihak WNI sendiri yang dijaga semangatnya walapun mereka harus bekerja saat dikarantina.

“Dalam mempersipakan proses evakuasi tersebut, Tim Gabungan Pusat dan KBRI Tokyo bersandarkan pada protokol kesehatan Indonesia dengan perhatian pada prinsip pencegahan penyebaran virus,” ujar keterangan itu.

Baca juga: Menlu lepas Tim penjemput Awak Diamond Princess

Dijelaskan, operasi evakuasi di lapangan akan dibantu sepenuhnya oleh Kemenlu Jepang, Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF), managemen Princess Cruise, serta Kepolisian Tokyo Metropolitan.

Seperti yang telah diumumkan oleh Menlu Retno Marsudi, Jumat (28/2), terdapat 2 WNI yang tidak akan dievakuasi dengan pesawat pada 1 Maret dan melanjutkan kerja di kapal pesiar tersebut.

Selain dua orang tadi, terdapat 8 WNI ABK lainnya tidak akan dievakuasi ke Tanah Air karena sedang menyelesaikan masa perawatan di rumah sakit di Jepang agar tuntas dari penyakit virus korona baru (Covid-19).

“Tim evakuasi dan KBRI Tokyo mengucapkan terima kasih atas kerja sama para WNI ABK serta semua pihak yang mendukung proses pemulangan WNI tersebut,” pungkas pernyataan KBRI Tokyo. (OL-4)

BERITA TERKAIT