29 February 2020, 16:49 WIB

Anies Keluarkan Ingub Hadapi Virus Korona, PSI: Sudah Seharusnya


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KETUA Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad menyambut positif soal Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 16 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (COVID-19) oleh Gubernur Anies Baswedan.

"Sudah seharusnya dilakukan agar ada upaya multisektor dalam pencegahan penularan COVID-19. Hal yang harus menjadi fokus utama adalah upaya meningkatkan kesehatan warga dengan PHBS (pola hidup bersih dan sehat)," kata Idris saat dihubungi, Jakarta, Sabtu (29/2).

Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad. (Dok Instagram @idris.ahmad1)

Ingub 16/2020 ditujukan untuk setiap jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Mereka diminta mendukung dan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pengendalian risiko penularan infeksi virus korona di wilayah Jakarta.

Baca juga: Waspadai Korona, Anies Terbitkan Instruksi Gubernur

Sebagai anggota Komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat (kesra), Idris mengungkapkan pihaknya sudah melakukan rapat dengan Dinas Kesehatan untuk membahas risiko penyebaran virus korona di Ibu kota.

"Di awal penyebaran virus ini, Komisi E dan Dinas Kesehatan sudah melakukan rapat dengan salah satu agenda pembahasannya adalah kesiagaan mengadapi COVID-19 ini," kata Idris.

Baca juga: Ini Lengkapnya, Instruksi Gubernur Anies Hadapi Virus Korona

"Segala informasi baik yang beredar dimasyarakat atau dari dinas kesehatan sediri kami saling kordinasikan agar masyarakat mendapar informasi yang valid," tandasnya.

Baca juga: PSI Tuding Anies Hobi Terabas Aturan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta Widyastuti menegaskan, dari hasil tes laboratorium menunjukkan tidak ada pasien penderita COVID-19 atau virus korona di DKI Jakarta.

PSI adalah salah satu fraksi yang kerap mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta anak buahnya. Seperti soal transparansi anggaran, penggunaan toa sebagai early warning system bencana, revitalisasi Monas, dan pengaspalan Monas untuk persiapan Formula E. (X-15)

BERITA TERKAIT