29 February 2020, 16:33 WIB

Banyak Jemaah Gagal Umrah, DPR Siapkan Peta Jalan


Ihfa Firdausya | Humaniora

ANGGOTA Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis, mengungkapkan pihaknya sudah menyiapkan peta jalan (roadmap) terkait pembekuan kunjungan umrah dan ziarah oleh pemerintah Arab Saudi. Kebijakan itu merupakan dampak dari penyebaran virus korona.

Dalam jangka pendek, Komisi VIII akan mendata jemaah yang mengalami kerugian akibat penundaan keberangkatan ke Tanah Suci.

"Mungkin yang terdampak paling besar sekitar lima hari (dari keberangkatan), dua hari sebelumnya dan tiga hari sesudahnya yang memang uang hotelnya tidak bisa dikembalikan. Kita coba nanti ada namanya dana maslahat di Badan Pengelolaa Keuangan Haji. Itu kan dana keuntungan haji dan umrah," papar Iskan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (29/2).

Anggota dari Fraksi PKS itu mengatakan parlemen berupaya membantu mereka yang tidak mempunyai kesempatan lagi untuk berangkat ke Tanah Suci. Dalam hal ini, dia mengisyaratkan jemaah dengan ekonomi lemah.

Baca juga: Wapres Harap Jemaah Umrah Indonesia Dapat Pengecualian

"Nanti coba kita bantu mereka yang kalau dia tidak berangkat, benar tidak bisa berangkat lagi. Benar-benar miskin. Itu harus kita selamatkan mereka. Sekarang sedang kita data," imbuh Iskan.

Untuk roadmap jangka menengah, DPR ingin memastikan sejumlah agen penyelenggara umrah melakukan pengaturan jadwal ulang. "Karena kita belum tahu (penghentian umrah) sampai kapan," tukasnya.

Sementara untuk jangka panjang, DPR ingin memastikan penyelenggaraan haji periode 2020 tetap terlaksana. "Dalam jangka panjang yang harus kita amati adalah kepastian haji tahun ini tetap terlaksana. Kasihan orang yang hajinya sudah 30 tahun antre, tiba-tiba naudzubillah gagal. Itu dampaknya luar biasa," terang Iskan.

Komisi VIII DPR RI, lanjut dia, sudah mengingatkan Menteri Agama terkait dampak virus korona terhadap penyelenggaraan umrah.

"Kami di Komisi VIII sudah mewanti-wanti Menteri Agama dalam pertemuan sekitar 2 minggu sebelumnya. Bagaimana kesiapan Kementerian Agama kalau (dampak) korona ini terjadi. Waktu itu, Menteri Agama bilang masih tenang, masih bisa diatasi," cetusnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT