29 February 2020, 15:45 WIB

Bantu Perajin, Bupati Klaten Minta 1 ASN Beli 1 Pacul


Djoko Sardjono | Nusantara

PERAJIN pacul di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengeluh kesulitan mendapatkan bahan baku, pemasaran, dan permodalan. Sementara, untuk  keberlanjutan usaha mereka mengharapkan ada keberpihakan dari pemerintah daerah.

Hal itu terungkap dalam ngopi bareng Bupati Sri Mulyani dengan perajin pacul di Rumah Dinas Bupati, Jumat (28/2). Acara ini dihadiri Agus Suprapto, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Klaten.

Baca juga: Presiden: Urusan Pacul Masa Harus Impor

Perwakilan perajin pacul, Supriyadi, mengatakan kondisi usaha kerajinan ini tidak berkembang karena terkendala bahan baku, pemasaran, dan permodalan. Permasalahan ini yang menyebabkan perajin pacul ibarat hidup segan mati tak mau.

"Nah, untuk menghidupkan kembali serta mengembangkan usaha perajin pacul yang tersebar di berbagai wilayah, kami mengharapkan ada bantuan pemasaran dari pemerintah daerah. Misal, satu keluarga satu pacul," ujarnya.

Baca juga: Bahan Baku Cangkul Cibatu Diimpor dari Korea Selatan

Kepala Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Gunawan Budi Utomo, yang mendampingi perajin pacul menambahkan, permasalahan utama yang dihadapi perajin hingga tidak berkembang adalah bahan baku, pemasaran, dan permodalan.

Baca juga: 2020, Pemerintah tak Lagi Impor Cangkul

Kondisi seperti itu, lanjutnya, dialami perajin pacul di Desa Kranggan. Semula di desa ini tercacat ada 70 perajin. Ironisnya, sekarang tinggal tiga perajin, sedangkan yang lainnya berhenti usaha.

Menanggapi permasalahan yang dihadapi perajin pacul di Klaten, Sri Mulyani mengatakan akan membantu untuk pengembangan usaha perajin dengan memberikan berbagai kemudahan, seperti perizinan, pemasaran, dan permodalan.

"Saya mengundang ngopi bareng ini bertujuan menampung permasalahan yang dihadapi perajin pacul. Untuk pengembangan UMKM, disediakan pinjaman modal maksimal Rp25 juta dengan bunga 0% di BKK Tulung dan Bank Klaten," jelasnya.

Selain itu, lanjut Sri Mulyani, guna membantu pengembangan perajin pacul bisa diusahakan dengan membeli produk melalui bantuan aspirasi, serta tiap aparat sipil negara (ASN) satu pacul. Kemudian, untuk pemasaran nanti lewat Dekranasda Klaten.

Pertemuan bupati dengan perajin pacul di Klaten, yang dikemas dengan ngopi bareng tersebut, adalah  menindaklanjuti kunjungan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki di Klaten, belum lama ini.

Acara ngopi bareng Bupati Sri Mulyani dengan perajin pacul di Pendopo Rumah Dinas Bupati Klaten, dihadiri sekitar 200 perajin yang tersebar di berbagai wilayah, antara lain Kecamatan Polanharjo, Karanganom, dan
Jatinom. (X-15)

BERITA TERKAIT