29 February 2020, 11:52 WIB

Cianjur Targetkan Sirkuit Roadrace Nasional Rampung pada 2021


Benny Bastiandy | Nusantara

PEMBANGUNAN sirkuit road race bertaraf nasional di Kampung Ciharashas, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar) terus berprogres. Targetnya, pembangunan sirkuit di lahan seluas 8,6 hektare itu, rampung pada 2021.

"Sirkuit yang ada di Kecamatan Cilaku, Insyaallah tahun ini dilanjutkan (lagi). Maksimal pada 2021 ditargetkan selesai," kata Pelaksana Tugas Bupati Cianjur, Herman Suherman, di Cianjur, Sabtu (29/2).

Pembangunan sirkuit road race di Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku dimulai pada 2018 lalu. Tahap awal, pembangunannya fokus pada jalur lintasan sepanjang 1,2 kilometer. Pemkab Cianjur mengalokasikan biaya pembangunannya sebesar Rp3,782 miliar bersumber dari APBD Perubahan Kabupaten Cianjur 2018.

"Pembangunannya dilaksanakan secara bertahap. Ini (sirkuit) juga kan merupakan janji politik kami dengan bupati terdahulu. Tahun ini pembanguannya merupakan tahap kedua," jelas Herman.

Sirkuit road race di Kecamatan Cilaku akan didesain bertaraf nasional. Lebar lintasan trek lurus sekitar 200 meter. Sedangkan di trek berkelok-kelok lebarnya sekitar 6 meter.

Hadirnya sirkuit road race nanti diharapkan bisa menjadi wadah penyaluran hobi dan bakat para pecinta otomotif, khususnya road race, di Kabupaten Cianjur.

Selain itu, hadirnya sirkuit road race juga diharapkan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat karena lokasinya bisa digunakan untuk kejuraan-kejuraan bertaraf lokal dan nasional, bahkan tak menutup kemungkinan internasional.

"Kalau untuk biaya pembangunannya, nanti bisa ditanyakan langsung ke Disparpora (Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga), karena itu sifatnya sudah teknis," ucap Herman.

Dalam waktu dekat, di Kabupaten Cianjur juga akan digelar Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) yang merupakan event olahraga multicabang olahraga antarkecamatan. Herman mengaku berbagai sarana dan prasarana fasilitas olahraga perlu dibenahi.

"Iya insyaallah untuk sarana dan prasarana tentu kami upayakan dibantu. Tentu tak bisa sekaligus, tapi secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan anggaran," tandas Herman. (BB/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT