29 February 2020, 11:29 WIB

Antisipasi COVID-19, UGM Imbau Tunda Perjalanan ke Luar Negeri


Ardi Teristi Hardi | Humaniora

SEHUBUNGAN dengan semakin merebaknya wabah virus korona tipe baru atau COVID-19, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Panut Mulyono mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan dini terkait COVID-19 bagi sivitas UGM.

Dalam surat edaran tersebut, poin pertama mengimbau sivitas UGM menangguhkan perjalanan ke luar negeri. "Menangguhkan perjalanan ke luar negeri untuk keperluan yang dapat ditunda, terutama di negara negara terdampak COVID-19," tulis Rektor UGM di Yogyakarta, Jumat (28/2).

Poin kedua, bagi sivitas UGM yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri (terutama Tiongkok, Korea, Jepang, Singapura, Australia, Malaysia, Vietnam, Thailand, India. Amerika Serikat, Kanada, Italia, Jerman, Prancis, Inggris, Iran, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Belanda), harap membatasi interaksi (self isolated) dengan sivitas UGM lainnya maupun
anggota keluarga/ rumah tangga selama 14 hari sejak kepulangannya ke Indonesia.

"Jika dalam masa 14 hari tersebut mengalami demam, batuk, pilek, sesak dan lainnya, mohon untuk segera periksa ke poli paru RSUP (Rumah Sakit Umum Pusat) dr. Sardjito dan mengirimkan hasil check- up via email ke kelembagaan@ugm.ac.id," kata Panut.

Poin ketiga, sivitas UGM juga diimbau melakukan perilaku hidup sehat dengan lebih sering mencuci tangan menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan, mengonsumsi makanan sehat agar lebih meningkatkan daya tahan tubuh, meminimalkan kegiatan di keramaian yang kurang diperlukan.

Poin keempat, sivitas UGM diimbau melindungi diri dan lingkungan dengan memakai masker dan mengurangi interaksi dengan sesama sivitas UGM lainnya maupun anggota keluarga/rumah tangga bagi yang mengalami gejala-gejala influenza.

Poin kelima, secara aktif melakukan upaya kewaspadaan influenza temasuk SARS dan COVID-19 di unit kerja masing-masing. Cara yang dilakukan adalah dengan melakukan penyebaran informasi (literasi kesehatan) tanpa membuat panik.

Kedua, menyediakan fasilitas cuci tangan menggunakan sabun atau cairan pencuci tangan di setiap ruangan atau tempat-tempat strategis.

Ketiga, membuat ketentuan agar petugas kebersihan lebih sering membersihkan tempat-tempat yang sering terpegang tangan seperti meja (terutama pada ruang-ruang rapat), gagang pintu, gagang jendela, papan tombol lift, pegangan atau rel tangga, dan lain-lain dengan disinfektan (larutan kaporit 0.1% sesuai standar WHO).

"Mohon kerja samanya untuk pelaksanaan kegiatan pencegahan dan kewaspadaan dini ini. Semoga setiap sivitas UGM dan keluarganya senantiasa sehat," pungkas dia. (AT/OL-09)

BERITA TERKAIT