29 February 2020, 11:01 WIB

Biro Travel Umroh Janji Tak Pungut Uang Tambahan dari Jemaah


Dwi Apriani | Nusantara

TRAVEL Umroh di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel) ikhlas dan siap menanggung kerugian atas pembayarantransportasi dan akomodasi yang sudah dikeluarkan karena kegagalanberangkatnya jemaah asal Palembang ke Tanah Suci. Ini merupakan buntut daripenangguhan umroh dari pemerintah Arab Saudi pada Kamis (27/2).

Pemilik Nida Utama Sejahtera Travel Tour, Daud Padamulya mengatakan, pihaknya sudah memberangkat jemaah ke Jeddah pada Kamis (27/2) namun transit terlebih dahulu ke Singapura.

Ada 43 orang jemaah dari Palembang yang hendak umroh, namun setelah tiba di Bandara Changi Singapura, mereka mendapat informasi adanya penangguhan tersebut.

Setelah menunggu kepastian informasi selama 3 jam akhirnya diputuskan jemaah dipulangkan ke Indonesia. "Ada 43 jemaah kita yang kemarin seharusnya ke Jeddah. Tapi memang penerbangan kita transit di Singapura. Tiga jam menunggu kami tertahan di Singapura karena tidak boleh melanjutkan ke Jeddah. Akhirnya kami langsung beli tiket untuk kepulangan 43 orang jemaah ke Palembang," kata Daud ditemui di Palembang.

Ia menjelaskan, meski tidak menginapkan jemaah dari travel umrohnya namun pihaknya ikhlas menggunakan uang pribadi terlebih dahulu untuk membeli tiket dari Singapura-Palembang.

"Kita yang membelikan tiket. Ini risiko travel. Tapi akan kita tagihkan lagi ke pemerintah. Biarlah nanti pemerintah yang urus bersama maskapai," ujar Daud.

Tidak hanya sebatas memberikan fasilitas pulang ke Palembang secara gratis untuk jemaah, travel tersebut juga memastikan jemaah akan di jadwalkan ulang rencana keberangkatannya ke Tanah Suci.

"Akan kita reschedule kan kembali. Hasil rapat dari Kemenag dan Biro Travel, akan memberangkatkan kembali jemaah tanpa memungut uang sepersen pun. Kita pastikan jemaah tidak keluarkan uang lagi," kata Daud.

Pihaknya berharap pada 14 Maret nanti pemerintah Arab Saudi kembali membuka umroh agar jemaah yang umrohnya tertunda bisa kembali berangkat ke Tanah Suci.

Sementara itu, pemilik Bilal Travel Tour, Bilal Tribudi mengatakan, pihaknya pun sudah menggunakan keuangan travel untuk menutupi biaya yang harus dikeluarkan selama jemaah tertahan di Kuala Lumpur.

"Biaya yang dikeluarkan memang tidak sedikit. Tapi kami ikhlas tanggung kerugian ini. Ini semua demi kenyamanan jemaah kami juga. Kami juga tahu bagaimana kecewa dan sedihnya jemaah. Namun kami langsung inisiatif mengistirahatkan jemaah di Kuala Lumpur dan membelikan tiket untuk pulang hari ini (Jumat/28/2)," kata dia.

Bilal menjelaskan, pihaknya menanggung biaya penginapan dan tiket pulang ke Palembang setelah mendapat informasi penangguhan dari Arab Saudi.

"Mereka kan umroh yang terhambat jadi kami minta mereka untuk bersabar dan ikhlas. Nanti keberangkatan mereka ke Tanah Suci tetap dilaksanakan, namun kita reschedule kapan keberangkatannya menunggu dari Pemerintah Arab Saudi," jelasnya.

Untuk keberangkatan selanjutnya, pihaknya pun berkomitmen untuk tidak mengambil sepersenpun uang dari jemaah.

"Tanpa ada peringatan dari pemerintah, kami pun sudah berkomitmen. Mereka akan tetap berangkat tanpa ada pungutan," jelasnya.

Pihaknya pun tidak menghitung kerugian yang didapat akibat adanya penangguhan tersebut. Bukan hanya untuk tiket pulang Kuala Lumpur-Palembang, namun juga penginapan di Malaysia. Termasuk penginapan di Mekkah, Madinah dan lainnya.

"Karenanya kami meminta kepada pemerintah untuk reschedule bagi jemaah yang gagal berangkat ke Tanah Suci. Karena memang semua fasilitas yang sudah kita bayar ke Arab Saudi dan sudah lunas. Tapi kami mengerti tentu tidak bisa langsung seketika (dibayar pemerintah) melainkan pelan-pelan," tuturnya. (DW/OL-09)

 

BERITA TERKAIT