29 February 2020, 09:25 WIB

Menhub Siapkan 2 Opsi Terkait Larangan Sementara Masuk Arab Saudi


Lina Herlina | Ekonomi

PEMERINTAH Arab Saudi untuk sementara menghentikan kegiatan umrah serta pengeluaran visa bagi warga negara asing. Termasuk, menolak pelancong dari negara-negara tempat virus korona mewabah.

Hal itu pun berdampak pada pembatalan sejumlah penerbangan di Indonesia. Karenanya, Menteri Perhubungan (Menhub)  Budi Karya Sumadi mengatakan itu adalah keputusan yang pahit.

"Kita prihatin, tapu kita memahami apa yang dilakukan Arab Saudi. Kita tetap ingin mengajukan peal kepada mereka (Arab Saudi) agar umroh untuk Indonesia tetap dibuka ruangnya," kata Budi Karya di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (28/2) malam.

Karenanya, ada dua opsi yang akan dilakukan Kementerian Perhubungan RI, atas pelarangan terbang sementara tersebut. "Yang pertama sudah dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri RI, dengan pengajukan peal, agar Indonesia tetap bisa umrah" sebut Budi Karya.

"Kedua, kita akan konsultasikan dengan teman-teman airlines.Tentunya kita akan memberikan jalan dengan penerbangan ke tujuan-tujuan yang lain seperti Australia, Asia Barat, India, Bangladesh dan Pakistan," sambung Budi Karya, yang Sabtu (29/2) ini, memantau perkembangan proyek kereta api Trans Sulawesi Makassar-Parepare di Kabupaten Barru.

Ia juga menjelaskan, belum mengetahui persis, hingga kapan pelarangan terbang ke Arab Saudi tersebut berlaku.

"Tidak ada batasannya, makanya kita sama-sama berusaha menyesuaikan, adanya negara-negara tambahan untuk penerbangan dari Indonesia," lanjut Budi Karya.

Karena, baru Arab Saudi saja yang melarang. "Baru satu kan yang larang masuk. Makanya minggu depan kita bahas secepatnya untuk dapat solusi," tutup Budi Karya. (LN/OL-09)

BERITA TERKAIT