29 February 2020, 09:19 WIB

Tim BNI 46 Susah Payah Kalahkan MHS Lamongan


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

SETELAH tertinggal 0-2 terlebih dahulu, tim putra Jakarta BNI 46 (BNI) akhirnya mampu mengalahkan Lamongan Sadang MHS (MHS) pada hari pertama seri pertama putaran kedua Proliga 2020 di GOR Tri Dharma, Gresik, Jumat (28/2).

BNI 46 sukses mengembalikan keadaan untuk mengungguli Lamongan dengan skor 3-2 (25-22, 25-22, 13-25, 23-25, dan 11-15).

Kemenangan itu sekaligus membawa tim asuhan Samsul Jais memuncaki klasemen sementara dengan nilai 14 dari hasil lima kali menang dan sekali kalah.

Posisi puncak BNI 46 masih di bawah bayang-bayang Jakarta Pertamina Energi (PJE) yang berada di posisi kedua dengan nilai 12 masih menyisakan satu pertandingan.

Hadirnya pemain asing Igor Guillen Goncalves pada putaran kedua ini, membuat MHS mampu menaikkan performa tim asal Kabupaten Lamongan tersebut pada dua set awal.

Namun di set ketiga, tim asuhan Putut Marhaento harus mengakui keunggulan Jakarta BNI 46 dengan skor telak 13-25, dan pemain asal Kuba Osmel Camejo Durrutry menjadi penyokong angka terbanyak dengan mencetak 9 poin di set tersebut.

Memasuki set keempat, kemenangan tetap menjadi milik Doni Haryono dkk. dengan mencetak angka 25-23, sehingga pertandingan harus dilanjut ke set kelima.

Di set penentuan, Samsul Jaiz yang memiliki pengalaman menjadi pelatih Timnas Voli Putra di ajang Asian Games 2018 mampu bermain apik, dan membuat timnya unggul dengan skor 15-11, sekaligus memenangi laga.

"Yang kami tekankan kepada pemain dalam setiap pertandingan adalah setiap lawan tidaklah mudah, sehingga harus dihadapi serius," ujar Samsul usai laga di Gresik.

Samsul mengakui, di set satu dan dua timnya sempat bermain canggung. Sehingga dirinya menginstruksikan salah satu pemain untuk mencairkan suasana, dan terbukti mampu unggul di set berikutnya dan memenangi pertandingan.

Sementara asisten pelatih Lamongan Sadang MHS, Marjoko Sigit mengatakan, penyebab kekalahannya malam ini karena faktor 'receive' pemain yang tidak maksimal, sehingga kesulitan menaikkan tempo dan memenangkan pertandingan.

"Faktor di-recieve service yang mengalami kesalahan, dan tim kami kesulitan menaikkan tempo, meski kami melakukan pergantian pemain," tuturnya.

Kekalahan ini membuat MHS harus bertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan mengumpulkan nilai lima dari sekali menang dan empat kekalahan. (Ykb/Proliga/OL-09)

BERITA TERKAIT