29 February 2020, 09:08 WIB

Virus Korona Bisa Kambuh


Atalya Puspa/atalya@mediaindonesia.com | Humaniora

PASIEN yang telah dinyatakan sembuh dari virus korona (covid-19) bukan berarti terbebas selama-lamanya sebab virus ini bisa kambuh lagi. Itulah yang terjadi pada 14% pasien di Provinsi Guangdong, Tiongkok.

Saat menanggapi hal itu, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Agus Dwi Susanto, menyatakan, sangat memungkinkan bagi seseorang untuk terserang virus yang sama untuk kedua kalinya. "Itu namanya reinfeksi. Terinfeksi ulang," kata Agus kepada Media Indonesia, kemarin.

Ia mencontohkan penyakit Tb dan paru yang sudah ada obatnya pun dapat menyerang pasien yang sama untuk kedua kalinya. Itu didasarkan karakteristik virus yang hilang-timbul.

"Seperti Tb paru. Kalau sudah sembuh, bisa kambuh, ya Tb paru lagi karena reinfeksi. Seperti kita kena flu. Kalau sudah satu kali, bisa kena lagi flu, kan?" jelasnya.

Sayangnya, saat ini belum ada vaksin ataupun obat spesifik yang dapat menyembuhkan covid-19. Agus pun mengimbau masyarakat luas untuk menerapkan pola hidup sehat. "Sering cuci tangan, jangan sering-sering pegang area muka, hidung, dan mulut kalau belum cuci tangan, makan bergizi, istirahat cukup, tidak merokok, olahraga. Pakai masker kalau sakit flu agar tidak menularkan," tandasnya.

Tidak hanya di Guangdong, kasus kambuhnya pasien virus korona juga terjadi di daerah lain di Tiongkok dan menambah kompleksitas upaya untuk mengendalikan wabah. "Dari beberapa tes pasien, hasilnya kembali positif dalam pemeriksaan lanjutan," kata Li Yueping, Direktur Unit Perawatan Intensif di RS Rakyat No 8 atau Guangzho No 8 People's Hospital.

Anal swab

Cai Weiping, Direktur Divisi Penyakit Menular di Rumah Sakit Rakyat No 8, mengatakan kepada Caixin bahwa hasil positif pada pasien yang pulih semuanya ditemukan dari anal swab atau dari dubur pasien. Penelitian oleh Guangzhou Medical University juga menemukan virus itu dalam sampel tinja. Itu menunjukkan jalur penularan baru. Karena itu, beberapa rumah sakit telah mengadopsi anal swab dalam tes virus mereka.

Sebelumnya, deteksi hanya memerlukan tes dari swab tenggorokan atau usap hidung untuk pasien yang dicurigai.

Menurut penilaian awal, para ahli percaya pasien masih pulih dari infeksi paru-paru dan belum sepenuhnya sehat. Covid-19 terdeteksi pertama kali di Kota Wuhan, Tiongkok, pada Desember 2019 dan sudah menginfeksi 83.389 pasien di lebih dari 54 negara. Sebanyak 36.571 sembuh dan 2.858 lainnya meninggal dunia.

Karena virus korona, pemerintah Arab Saudi menutup pintu masuk warga negara asing, termasuk lewat jalur umrah. Hal yang sama dilakukan pengelola wisata di Tokyo Disney Resort, Disneyland, dan DisneySea. Jepang akan menutup semua sekolah hingga April 2020. (Caixin Global/ST/Hym/Nur/H-2)

BERITA TERKAIT