29 February 2020, 07:50 WIB

RI Sambut Investasi Raksasa Teknologi


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

DI tengah melambatnya ekonomi global akibat epidemi virus korona yang terus menyebar ke berbagai negara, setidaknya empat perusahaan teknologi raksasa menyatakan tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Mereka ingin membangun pusat data (data center) di Tanah Air.

"Saya melihat banyak pemain global seperti Microsoft, Amazon, Google, dan Alibaba sangat tertarik masuk dan bahkan sudah mulai mengembangkan data center di Indonesia karena melihat negara kita memiliki daya tarik, memiliki potensi besar, dan kita punya ekosistem startup paling aktif di Asia Tenggara," ujar Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas mengenai pusat data nasional di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, CEO Microsoft Satya Nadella saat bertemu dengan Presiden Jokowi di sela acara Digital Economy Summit 2020 di Jakarta, Kamis (27/2), menyampaikan keinginan Microsoft berinvestasi membangun pusat data di Indonesia.

Dalam rapat terbatas itu, Jokowi mengatakan pembangunan pusat data di dalam negeri bakal menguntungkan Indonesia. Ia pun meminta agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital, tapi juga berani berperan lebih.

"Kita tahu saat ini banyak startup kita yang dalam beberapa tahun terakhir tumbuh sangat pesat masih menggunakan data center di luar negeri," katanya.

Jokowi pun meminta kementerian terkait menyiapkan regulasi, aturan main, termasuk yang mengatur soal investasi pusat data.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mendorong pengembangan pusat data nasional untuk mengintegrasikan data yang saat ini ada di setiap instansi.

"Itu harus diakhiri dengan mengembangkan pusat data yang terintegrasi dan merupakan hasil sinkronisasi seluruh kementerian dan lembaga," ujar Jokowi.

 

Satu minggu

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyanggupi permintaan Presiden Jokowi untuk segera menyiapkan aturan guna mendorong pemain global membangun pusat data di Indonesia.

"Dalam satu minggu ini akan diselesaikan. Bentuknya peraturan menteri. Peraturan ini penting untuk mengatur dalam rangka mempercepat pengambilan keputusan, dalam hal ini investor-investor yang ingin berinvestasi terkait data center di Indonesia," kata Jhonny seusai rapat terbatas di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, kemarin.

MI/RAMDANI

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.

 

Menurutnya, sejumlah perusahaan teknologi global yang menyatakan ketertarikan untuk berinvestasi itu menanti regulasi terkait. Salah satunya UU Perlindungan Data Pribadi yang rancangannya sudah disetor ke DPR.

Johnny mengatakan, saat ini ada beragam aturan soal pusat data, antara lain Undang-Undang Informasi Teknologi Elektronik (ITE) dan Peraturan Pemerintah No 71/2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. (Iam/X-10)

BERITA TERKAIT