29 February 2020, 07:40 WIB

PAD Sektor Pariwisata Babel Rp63,5 Milia


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

SEPANJANG 2019 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel) berhasil meraup pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp63,5 miliar dari sektor pariwisata. Angka tersebut diperoleh dari peningkatan jumlah kunjungan wisata yang setiap tahun terus meningkat sekitar 9%.

Kepala Dinas Pariwisata Babel, A Rivai, mengatakan PAD sebesar itu antara lain berasal dari pajak restoran sebesar Rp34,4 miliar, pajak hotel Rp21,3 miliar, pajak hiburan Rp4 miliar, dan pajak lainnya Rp3,7 miliar.

Menurutnya, dari enam kabupaten dan satu kota di provinsi itu, PAD sektor pariwisata terbanyak diperoleh di Kabupaten Belitung. Daerah  yang juga dikenal dengan sebutan Bumi Laskar Pelangi itu yang pada tahun lalu memperoleh PAD pariwisata Rp20,6 miliar.

"Disusul Kota Pangkalpinang Rp19,1 miliar, Kabupaten Bangka Tengah Rp12,7 miliar. Kemudian, Bangka Rp4,9 miliar, Bangka Barat Rp2,4 miliar, Belitung Timur Rp1,9 miliar dan Kabupaten Bangka Selatan Rp1,7 miliar," kata Rivai, kemarin.

Ia menyebutkan, perolehan PAD Pemprov Babel sebesar itu seiring dengan meningkatnya kunjungan wisata ke provinsi kepulauan itu. Pada 2014, ujarnya, jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung tercatat 258.999 wisatawan, tetapi pada 2015 meningkat menjadi 260.930, 2016 naik lagi hingga 367.316, 2017 sebanyak 369.422, 2018 mencapai 425.942, dan pada 2019 jumlah kunjungan mencapai 438.373 wisatawan.

Sementara itu, pemerintah pusat memberikan dana alokasi khusus (DAK) dari APBN 2020 sebesar Rp3,4 miliar untuk meningkatkan aksesibilitas objek wisata air terjun Batang Koban di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Destinasi wisata air terjun baru itu menyuguhkan derasnya gelombang sungai dan pemandangan perbukitan yang ditumbuhi pepohanan menghijau di bantaran Sungai Kuantan.

Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) menambah alokasi anggaran untuk sektor pariwisata dalam APBD 2020 hingga dua kali lipat dari tahun anggaran 2019 yang hanya Rp20 miliar menjadi Rp44,8 miliar pada tahun ini.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata NTT Wayan Darmawa, penambahan anggaran antara lain untuk kebutuhan promosi di luar negeri Rp12 miliar. (RF/RK/PO/LD/AT/DG/N-1

BERITA TERKAIT