29 February 2020, 07:30 WIB

Bali Segera Bangkit dari Dampak Korona


Arnoldus Dhae | Nusantara

PEMERINTAH dan pelaku wisata di Bali membentuk tim perumus dalam upaya bersama-sama memulihkan pariwisata di Pulau Dewata yang terkena dampak negatif virus korona. Bali ialah salah satu destinasi wisata yang memperoleh dana hibah yang totalnya mencapai Rp3,3 triliun dari pemerintah pusat.

Selain Bali, destinasi pariwisata lainnya ialah Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam, dan Bintan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Made Badra menjelaskan Badung yang menjadi pusat pariwisata Bali telah mengumpulkan seluruh pihak terkait untuk bergerak serentak merespons tawaran dana hibah dari pemerintah pusat.

Dana hibah itu merupakan kompensasi bagi 10 destinasi yang tersebar di 33 kabupaten/kota atas penghapusan pajak restoran dan hotel selama 6 bulan ke depan.

"Kemarin kami rapat bersama semua unsur, dari maskapai penerbangan, hotel, restoran, pengelola destinasi, agen perjalanan, asosiasi pariwisata, dan pihak terkait lain. Setiap pihak juga mengusulkan apa yang bisa dlakukan untuk memulihkan kondisi pariwisata Bali," ujarnya di Denpasar, kemarin.

Menurut Badra, hasil rumusan tentang upaya pemulihan pariwisata dan akan disampaikan kepada pemerintah pusat dalam bentuk proposal. Semua pihak peduli dan berbagai cara dilakukan agar kunjungan wisata di Bali kembali pulih.

Ia mengungkapkan salah satu masukan yang akan dilakukan untuk mendorong pemulihan pariwisata ialah pemberian smart card bagi para wisatawan yang datang ke Bali. Pengguna kartu pintar itu otomatis memperoleh potongan harga di seluruh destinasi di Pulau Bali.

"Saat ini tim juga sedang promosi di pasar potensial di beberapa negara. Kami optimistis, jika semua bekerja, kondisi pariwisata segera pulih," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa bertemu dengan konjen beberapa negara sahabat di Bali untuk memberikan penjelasan bahwa Bali sangat aman dikunjungi. Di hadapan para perwakilan negara sahabat, ia menjelaskan merebaknya virus korona membuat kunjungan wisatawan merosot, khususnya wisatawaan asal Tiongkok.

"Jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Bali merupakan yang terbesar kedua setelah Australia, yakni sekitar 18,2%, sehingga penurunannya sangat dirasakan," kata Astawa.

Ia mengakui berbagai upaya yang dilakukan dalam pemulihan pariwisata mungkin akan mengurangi pendapatan bagi beberapa pemerintah kabupaten. Akan tetapi, hal itu perlu dilakukan demi mempercepat pemulihan pariwisata.

 

Segera realisasikan

Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berharap insentif khusus pariwisata dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi untuk memulihkan pariwisata di daearah itu yang lesu karena terdampak merebaknya virus korona.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, insentif akan mendorong pemulihan iklim pariwisata.

Di sisi lain, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengapresiasi upaya pemerintah pusat dalam memulihkan pariwisata di Tanah Air dengan memberikan hibah berupa peniadaan pajak restoran dan hotel. Menurutnya, penyebaran virus korona telah mengguncang sektor pariwisata di provinsi itu. (AU/RF/RS/BB/AS/N-1)

BERITA TERKAIT