29 February 2020, 04:15 WIB

Turki Serang Rezim Assad


MI | Internasional

TURKI telah melakukan serangan rudal terhadap sejumlah sasaran di Suriah, seperti Hama, kota barat laut Nubl, dan Zahraa, kemarin.

Benteng rezim Presiden Bashar al-Assad dan Rusia, Latakia, juga menjadi sasaran gempuran Ankara untuk membalas serangan udara rezim Assad yang menewaskan 33 tentara Turki.

Militer Turki juga menggempur target rezim Assad dengan artileri di sepanjang garis depan di Idlib.

Pasukan Turki mengklaim melenyapkan sedikitnya 1.709 tentara rezim Assad, 55 tank, 3 helikopter, 18 kendaraan lapis baja, 29 howitzer, 21 kendaraan militer, 6 depot amunisi, 7 mortir, dan 4 senapan mesin berat DShK buatan Rusia.

Turki juga tidak akan lagi menutup gerbang perbatasannya bagi para pengungsi yang ingin pergi ke Eropa.

"Kami tidak akan lagi menutup pintu bagi para pengungsi yang ingin pergi ke Eropa," kata seorang pejabat senior yang enggan disebutkan namanya.

Kantor berita swasta DHA melaporkan hampir 300 imigran, termasuk Suriah, telah tiba di Provinsi Edirne di perbatasan Yunani dalam upaya untuk pergi ke Eropa.

Kelompok imigran lainnya tiba di Pantai Ayvacik, Canakkale, Turki bagian barat, dan akan pergi ke Pulau Lesbos, Yunani, menggunakan kapal.

Turki sudah menjadi rumah bagi sekitar 3,6 juta pengungsi Suriah. Negara tersebut khawatir jika akan lebih banyak orang tiba di sana, sedangkan ada ketidakpuasan rakyat yang semakin meningkat terhadap kehadiran para pengungsi.

Dalam serangkaian tweet, ajudan pers Presiden Recep Tayyip Erdogan, Fahrettin Altun, menuduh Presiden Suriah Bashar al-Assad melakukan pembersihan etnik.

"Orang-orang ini akan mencoba melarikan diri ke Turki dan Eropa. Sudah menampung hampir 4 juta pengungsi, kami tidak memiliki kapasitas dan sumber daya untuk mengizinkan masuk bagi satu juta (pengungsi) lagi," tulisnya.

Lebih dari 1 juta warga Suriah telah mengalir ke dekat perbatasan Turki akibat serangan masif oleh rezim Suriah dan sekutu. (AFP/Daily Sabah/Hym/Nur/I-1)

 

BERITA TERKAIT