28 February 2020, 20:52 WIB

Unsyiah ''Sulap'' Nilam jadi Bahan Kosmetik


Hendra Saputra | Humaniora

PENGELOLAAN nilam menjadi bahan baku kosmetik berkualitas tinggi dan berbagai produk turunan lainnya yang dilakukan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mendapat apresiasi.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menilai, upaya yang dilakukan para peneliti Unsyiah itu harus terus ditingkatkan.

''Upaya Unsyiah mengembangkan minyak nilam tentunya tidak hanya untuk sekedar civitas akademika, namun yang lebih penting dapat bermanfaat untuk masyarakat Aceh, khususnya petani nilam,'' kata Bambang saat meresmikan mesin distalasi mokuler dan fraksinasi nilam di
pusat Atsiri Research Center (ARC), Unsyiah Banda Aceh, Jumat (28/2).

Semakin banyak permintaan minyak nilam, tambahnya, baik di Indonesia maupun mancanegara, maka pendapatan petani nilam juga meningkat.

Dia minta kepada peneliti di Unsyiah untuk terus melakukan penelitian dan menciptakan inovasi baru. Karena selain nilam, masih banyak komoditas hasil alam lainnya yang dapat dikembangkan.

''Pesan saya untuk dosen dan peneliti di Unsyiah, jangan pernah berhenti berkarya untuk meningkatkan nilai tambah kekayaan alam Aceh,'' pintanya.

Sementara itu, Kepala Atsiri Research Center (ARC) Syaifullah Muhammad mengatakan mesin pengolahan nilam yang dimiliki Unsyiah saat ini mampu menghasilkan 24 ton minyak nilam pertahun dengan kualitas minyak nilam terbaik, sesuai permintaan pasar Singapura, Eropa dan Amerika Serikat.

''Kehadiran mesin ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah kebutuhan minyak nilam dalam negeri maupun untuk ekspor,'' katanya. (OL-2)

 

 

BERITA TERKAIT