28 February 2020, 20:49 WIB

Menag: Total 1685 Jamaah Sempat Tertahan di Negara Ketiga


Rendy Ferdiansyah | Humaniora

MENTERI Agama (Menag) Fahrul Razi mengatakan dampak dari larangan Umroh sementara dari Pemerintahan Arab Saudi mengakibatkan 1.685 jemaah umroh asal Indonesia tertahan di negara ketiga.

"Memang ada yang lanjut Ibadah Umroh, Namun demikian, ada sebagian yang tidak langsung ke Saudi tapi transit di negara ketiga, Istanbul dan sebagainya, tidak boleh lagi lanjut ke Saudi," kata Menag disela-sela penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) di Pangkalpinang. hari ini.

Ia menyebutkan ada 1.685 jamaah yang tertahan di negara ketiga, tapi hari ini sebagian sudah dipulangkan, dan proses pemulangan. "Menlu sudah sampaikan ke Arab Saudi, minta penjelasan kenapa Indonesia masuk larangan itu, saya belum tahu pasti jawaban, tapi info yang didengar akan segera di klarifikasi," terangnya.

Baca juga: Gara-Gara Virus Korona, Arab Saudi Bekukan Umrah

Hal lain menurut dia, pihaknya telah berunding dengan perusahaan penyelenggaraan umroh, mereka sangat akomodatif dan merespon dengan baik, bersedia melakukan langkah yang diperlukan, "Tapi nggak akan dibebankan ke jamaah walaupun ada biaya tambahan," ungkap dia.

"Penjadwalan ulang belum bisa dipastikan karena belum tahu sampai kapan penghentian sementara ini, nanti setelah dapat informasi tentang pencabutan status penghentian sementara baru bisa dijadwalkan," tutrnya.

Ia menambahkan dampak larangan sementara ini untuk jumlah jemaah yang tertunda 2.393 jamaah tersebar di 75 PPIUN.

"Pengajuan sudah dilakukan melalui duta besar minta nanti visa ada dua kemungkinnya bisa diperpanjang sudah habis, atau diterbitkan ulang tanpa biaya dari jamaah," tegasnya.

"Jamaah kita minta agar tetap tenang, kalau tetap punya keinginan berangkat pasti akan diberangkatkan setelah ada kepastian dari Arab Saudi tentang penghentian sementara ini," imbuh Menag.(OL-4)

BERITA TERKAIT