28 February 2020, 20:25 WIB

Amien Rais Dianggap Tidak Mampu Menerima Kekalahan


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

MANUVER pendiri Partai Amanat Nasional Amien Rais yang meminta Menkumham Yasonna Laoly tidak mengesahkan hasil Kongres V PAN di Kendari dianggap bentuk ketidakiklasan Amien menghadapi kekalahan.

"Kalau saya bilang itu karena Pak Amien tidak mampu menerima kenyataan saja bahwa jagoannya kalah dan dianya tumbang di PAN. Biasanya kan di PAN itu siapa siapa yang disetting Pak Amien pasti lolos. Nah sekarang gagal nih. Pak Amin tidak bisa menerima itu sehingga dicarilah jalan untuk bisa membatalkan yang tentunya juga susah," kata pengamat politik Mohammad Qodari di Jakarta, Jumat (28/2).

 

Menarik Dibaca:  Dradjad Yakin Amien Rais-Zulhas Selesaikan Masalah dengan Damai

 

Dijelaskan Qodari, selama ini semua skenario kepemimpinan di PAN itu diatur oleh Amien Rais. Dalam kenyataannya skenario yang diatur Amien tidak berjalan di lapangan sehingga membuat dia kecewa. "Alasannya itu saja beliau tentu tidak iklas menerima kenyataan bahwa dia akhirnya tumbang," lanjut Qodari.

Terkait Kongres yang dianggap bermasalah seperti kata Amin menurut Qodari juga tidak tepat. Pasalnya usai perhitungan suara pesaing terkuat Zulkifli Hasan yaitu Mulfachri Harahap justru mendatangi Zulkifli dan memberikan selamat karena terpilih kembali. "Padahal jika dianggap bermasalah maka Mulfachrilah yang harusnya mengajukan gugatan bukan Pak Amin," ujarnya.

 

Harus DIbaca: Amien Rais minta Pemerintah Jangan Sahkan Besannya Jadi Ketum PAN

Diketahui melalui sebuah video, Amien Rais meminta Menkumham tidak mengesahkan kepemimpinan DPP PAN hasil kongres Kendari. Menurut Amien kongres tersebut tidak demokratis bahkan terkesan seperti kongres teroris. (OL-8)

BERITA TERKAIT