29 February 2020, 00:20 WIB

Aset Tambang Tersangka Jiwasraya Dikelola PT BA


MI | Ekonomi

KEMENTERIAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menerima aset sitaan milik tersangka kasus gagal bayar polis jatuh tempo PT Asuransi Jiwasraya yakni Heru Hidayat.

Staf Ahli Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan aset tersebut berupa perusahaan tambang batu bara yang berlokasi di Kutai, Kalimantan Timur yakni PT Gunung Bara Utama.

Aset sitaan itu diserahkan oleh Kejaksaan Agung untuk dikelola BUMN dan hasilnya bisa digunakan untuk membayar hutang Jiwasraya.

“Pada 18 Februari 2020 kemarin Kejagung menyerahkan PT Gunung Bara Utama, tambang batu bara yang dimiliki Heru Hidayat di kawasan Kutai Kaltim. Sudah diberikan kepada BUMN, kepada kita untuk dikelola. Jadi sekarang kita akan mulai mengelola tambang batu baranya Heru Hidayat,” kata Arya  di Jakarta,kemarin.

Dia menjelaskan hal tersebut merupakan kerja cepat yang dilakukan Kejaksaan Agung dan Pemerintah yakni Kementerian BUMN. Dengan mengambil alih pengelolaan tambang tersebut Kementerian bisa mendapat dana tambahan.

“Jadi kami mulai masuk ke perusahaan tambang ini dan kita sudah tunjuk PTBA (PT Bukit Asam) untuk mulai mengelolanya,” jelas Arya.

Ke depan, lanjutnya apabila ditemukan bukti yang cukup aset tersebut sepenuhnya akan menjadi milik negara. Untuk itu Kementerian BUMN berkomitmen untuk terus bekerja secara cepat, sehingga target untuk mengembalikan dana nasabah Jiwasraya tahap pertama bisa dilakukan sesuai jadwalnya.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah mengatakan  terkait nasib perusahaan itu pihaknya masih berkonsultasi dengan Kementerian BUMN.

“Karena kami gak mau operasionalnya terganggu karena kan menyangkut karyawan dan lain-lain,” ujarnya.

Sementara itu, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin meyebutkan kemungkinan akan ada tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. “Ada, pasti ada,” ujarnya.

Namun ia tak merinci, ihwal identitas tersangka baru tersebut. Bahkan saat ditanya apakah tersangka merupakan nama-nama yang dicegah keluar negeri, Burhanuddin pun tak menjawab. (Fan/Rif/e-1)

BERITA TERKAIT