28 February 2020, 18:52 WIB

Pamitan Umrah Berujung Kabar Duka


Mohammad Ghozi | Nusantara

WAJAH Lutfiatin, 35, warga Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, terlihat tidak ceria. Senyumnya saat menyambut Media Indonesia di rumahnya terkesan dipaksakan.

Di pojok ruang tamu, terlihat dua koper besar dan dua koper kecil berwarna biru bertuliskan Garuda Indonesia. Di ruangan berukuran 4x4 meter itu terhampar karpet berwarna krem. Ada banner bergambar Masjidil Haram, diapit foto Lutfiatin dan suaminya, Abdul Qowi, 40. Kemudian, terdapat tulisan "Mohon Doa Restu, Semoga Maqbul", yang tertempel di dinding ruangan.

"Harusnya, anak saya suaminya berangkat umrah Minggu (1/3) besok. Tapi dibatalkan secara mendadak," tutur ibu Lutfiatin, Khotimah, 55, yang duduk di samping anaknya.

Baca juga: Gara-Gara Virus Korona, Arab Saudi Bekukan Umrah

Lutfiatin hanya menjawab pertanyaan dengan mengangguk, atau menggelengkan kepala. Ibu dua orang anak itu juga menolak untuk difoto. Sang ibu, Khotimah, menjelaskan informasi pembatalan keberangkatan umrah baru diterima Kamis (27/2) siang, melalui pesan di grup aplikasi Whats App. Lutifiatin merupakan salah satu calon jamaah umrah PT Alwahidiyah, Surabaya.

Informasi yang beredar disertai dengan dokumen siaran pers Kementerian Agama tentang pembatalan pemberangkatan umrah. Berikut, surat edaran dari asosiasi perusahaan penyelenggara unrah dan link berita kebijakan Arab Saudi yang menghentikan sementara kunjungan umrah dan ziarah.

"Kami awalnya ragu dengan kabar itu dan menyangka anak saya menjadi korban penipuan. Tapi setelah menantu saya menanyakan ke pihak travel dan ke jamaah lain yang berangkat melalui perusahaan travel berbeda, kami menjadi yakin. Ditambah siaran berita di televisi," papar Khotimah.

Kondisi itu membuat kaget keluarga. Sebab segala persiapan untuk keberangkatan anak dan menantunya itu sudah matang. Pihak keluarga sudah menyewa dua mobil untuk anggota keluarga yang akan mengantar keduanya ke Bandara Juanda, Sabtu (29/2) siang.

Baca juga: Presiden Hormati Keputusan Arab Saudi Hentikan Umrah

Acara tasyakuran yang sedianya momen pamitan dengan tetangga pada Kamis (27/2) malam, berubah menjadi kedukaan. Informasi batalnya keberangkatan Lutfiatin dan suaminya ke Tanah Suci, disampaikan dalam acara tersebut. Apalagi, para tetangga mendengar kabar bahwa keduanya akan berangkat umrah di Tanah Suci.

Terdapat ratusan calon jamaah umrah milik 12 perusahaan dan perwakilan perusahaan penyelenggara umrah di wilayah Pamekasan, yang juga batal berangkat akibat kebijakan pemerintah Arab Saudi. Salah satunya, rombongan PT Sabila Travel yang seharusnya berangkat Sabtu (1/3) besok. Mereka harus menelan pil pahit karena batal bertamu di Tanah Suci. Padahal, semua persiapan sudah matang.

Kepala Perwakilan PT Sabila Travel, Fahrurrozi, mengatakan pihaknya terpaksa membatalkan keberangkatan jamaah yang tergabung dalam dua rombongan.

"Ini di luar kesalahan travel. Sebab, kejadian ini dialami sekuruh calon jemaah umrah di seluruh Indonesia," pungkasnya seraya menunjukkan surat dari Serikat Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia dan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia.(OL-11)

BERITA TERKAIT