28 February 2020, 18:50 WIB

Turki Buka Gerbang Perbatasan Bagi Imigran


Nur Aivanni | Internasional

TURKI tidak akan lagi menutup gerbang perbatasannya bagi para pengungsi yang ingin pergi ke Eropa. Pernyataan tersebut keluar tidak lama setelah pembunuhan 33 tentara Turki dalam serangan udara di Suriah utara.

"Kami tidak akan lagi menutup pintu bagi para pengungsi yang ingin pergi ke Eropa," kata seorang pejabat senior yang enggan disebut namanya, seperti dikutip dari AFP, Jumat (28/2).

Hampir 300 imigran termasuk Suriah telah tiba di Provinsi Edirne di perbatasan dengan Yunani dalam upaya untuk pergi ke Eropa, kantor berita swasta DHA melaporkan.

Kelompok imigran lainnya tiba di pantai Ayvacik di Canakkale, Turki barat, dan akan pergi ke pulau Lesbos, Yunani, dengan menggunakan kapal.

 

Baca juga: Turki Serang Posisi Rusia dan Rezim Assad di Latakia

 

Turki sudah menjadi rumah bagi sekitar 3,6 juta pengungsi Suriah. Negara tersebut khawatir jika akan lebih banyak orang tiba di sana sementara ada ketidakpuasan rakyat yang semakin meningkat terhadap kehadiran para pengungsi.

Dalam serangkaian tweet, ajudan pers Presiden Recep Tayyip Erdogan, Fahrettin Altun, menuduh Presiden Suriah Bashar al-Assad "melakukan pembersihan etnis" dan berupaya memaksa jutaan warga Suriah keluar dari Idlib.

"Orang-orang ini akan mencoba melarikan diri ke Turki dan Eropa. Sudah menampung hampir 4 juta pengungsi, kami tidak memiliki kapasitas dan sumber daya untuk mengizinkan masuk bagi satu juta (pengungsi) lagi," tulisnya.

Yunani dan mitra Uni Eropa-nya juga khawatir akan masuknya pengungsi dari Suriah setelah lebih dari satu juta mencapai sana pada tahun 2015 sebelum kesepakatan UE-Turki dicapai untuk mengendalikan jumlah pengungsi. (AFP/OL-8)

BERITA TERKAIT