28 February 2020, 18:45 WIB

Maret Puncak Musim Penghujan, Pemerintah Antisipasi Banjir


Atalya Puspa | Megapolitan

PEMERINTAH Indonesia berupaya untuk menanggulangi terjadinya banjir di wilayah Jabodetabek. Hal itu berkaitan dengan tingginya intensitas hujan pada 2020 yang diprakirakan akan mencapai puncaknya pada Maret mendatang.

Kepala Sub Direktorat Perencanaan Sungai dan Pantai Kementerian PUPR, Bambang Heri Mulyono, mengungkapkan pemerintah akan melakukan upaya pengelolaan tata air dari dari hilir ke hulu.

Baca juga: KPU Depok Optimis Tahapan Pilwakot Sesuai Rencana

"Daerah hulu kami lebih pada menahan air di atas dan mengatur air kehilir memperhatikan kapasitas air," kata Bambang di Jakarta, Jumat (28/2).

Adapun, di titik tengah, pihaknya akan membangun waduk kolam retensi dan sumur resapan.

"Kami akan membuat sodetan di hilir Ciliwung yang akan bisa membelokkan titik banjir sebanyak 60 meter kubik untuk diteruskan ke kanal banjir timur. Itu akan mengurangi debit banjir 11-12%" ungkapnya.

Berdasarkan pemantauan Kementerian PUPR, banjir besar yang melanda Jabodetabek pada 2020 ini lebih banyak disebabkan oleh cuaca ekstrem, meluapnya air sungai, hingga sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Untuk itu, diharapkan dengan upaya tersebut masalah banjir dapat terurai.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Miming Saepudin, menuturkan pihaknya memprediksi puncak musim penghujan akan terjadi pada Maret 2020 di sebagian besar wilayah Indonesia.

"Untuk maret 2020, beberapa wilayah kondisi hujan masih ada kondisi menengah dan tinggi. Sumatera intensitas tinggi 100-300 meter kubik masih. Jawa mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, itu tinggi. Untuk itu, pengelolaan banjir harus sejalan dengan pengelolaan kekeringan untuk menjaga ketahanan air pada saat musim kemarau," tandasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT