28 February 2020, 17:34 WIB

Jokowi: Raksasa Teknologi Minat Investasi Pusat Data di Indonesia


Dhika kusuma winata | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo menggelar karpet merah bagi raksasa teknologi untuk berinvestasi di pusat data (data center) Indonesia.

Jokowi, sapaan akrabnya, menyoroti ekosistem perusahaan digital (startup) di Tanah Air yang berkembang pesat, namun masih menggunakan pusat data di luar negeri.

"Penting pengembangan data center di Indonesia. Kita tahu saat ini banyak startup dalam beberapa tahun terakhir tumbuh pesat, tetapi masih menggunakan data center di luar negeri. Padahal, kalau ada data center di Indonesia banyak manfaatnya," ujar Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jumat (28/2).

Kepala Negara mengungkapkan sejumlah pemain besar di tingkat global tertarik berinvestasi membangun pusat data. Pembangunan pusat data di dalam negeri akan menguntungkan Indonesia. Dia meminta agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital, namun juga berperan lebih.

Baca juga: Ekonomi Digital RI Pimpin Asia Tenggara

"Saya melihat banyak pemain global, seperti Microsoft, Amazon, Google, Alibaba, sangat tertarik masuk. Bahkan, sudah mulai mengembangkan data center di Indonesia, karena melihat negara kita memiliki daya tarik. Ada potensi besar dan kita punya ekosistem startup paling aktif di Asia Tenggara. Saya selalu menekankan jangan hanya jadi penonton," pungkasnya.

Jokowi mendesak kementerian terkait menyiapkan regulasi, termasuk aturan soal investasi pusat data. Menurutnya, kerja sama dengan raksasa teknologi bakal memberikan nilai tambah, berikut transfer pengetahuan dan teknologi.

"Kita harus memastikan investasi data center di Indonesia memberikan nilai tambah. Baik dalam pelatihan digital talent, pengembangan pusat research, kerja sama dengan pemain nasional, maupun sharing pengetahuan dan teknologi," ujar Jokowi.

Dia juga mendorong perusahaan digital nasional turut mengembangkan pusat data. "Kita juga ingin mendorong pemain nasional dalam pengembangan data center. Mulai dari BUMN, telekomunikasi, sampai swasta yang mulai bergerak ke bisnis data center," tukasnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT