28 February 2020, 17:29 WIB

Raja Malaysia Tolak Permintaan Mahathir soal Sidang Parlemen


Nur Aivanni | Internasional

RAJA Malaysia  bdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah memastikan tidak akan ada sidang parlemen khusus yang digelar pada Senin 2 Maret. Mengenai penentuan perdana menteri berikutnya, pemimpin partai akan diminta untuk mengajukan kandidat masing-masing.

Hal itu disampaikan oleh Pengawas Keuangan Keluarga dan Rumah Tangga Kerajaan Ahmad Fadil Shamsuddin dalam sebuah pernyataan pada Jumat (28/2).

Ia mengatakan, Raja setuju dengan keputusan Ketua Parlemen Mohamad Ariff Md Yusof yang menolak seruan Mahathir Mohamad terkait sidang parlemen khusus.

"Istana akan berhubungan dengan para pemimpin dari semua partai politik yang memiliki perwakilan di parlemen untuk memberikan mereka kesempatan untuk mengajukan seorang kandidat yang akan dicalonkan sebagai perdana menteri berikutnya," katanya, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (28/2).

 

Baca juga: Mahathir Bertemu Anggota Parlemen dari Bersatu

 

Pernyataan istana tersebut merupakan kesimpulan dari konsultasi dua hari dengan semua anggota parlemen di negara itu setelah Mahathir mengundurkan diri sebagai perdana menteri.

Namun, raja mencatat bahwa ia tidak dapat mengidentifikasi anggota parlemen yang menguasai mayoritas di DPR.

Sebelumnya, Perdana Menteri Interim Mahathir mengatakan sidang khusus akan diadakan pada Senin mendatang agar para anggota parlemen bisa menentukan siapa yang akan menjabat sebagai perdana menteri berikutnya.

Secara terpisah, Parti Pribumi Bersatu Malaysia mengeluarkan pernyataan pada Jumat (28/2) sore yang menyuarakan dukungannya kepada Muhyiddin Yassin untuk menjadi perdana menteri berikutnya.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil pertemuan yang dihadiri 36 anggota parlemen dari Bersatu. (Channel News Asia/OL-8)

BERITA TERKAIT